Kemendikdasmen Buka Beasiswa untuk Guru SD dan SMP

Administrator
Kemendikdasmen Buka Beasiswa untuk Guru SD dan SMP

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka peluang pengembangan profesional bagi para guru. Kali ini, beasiswa nongelar untuk guru SD dan SMP resmi dibuka. Beasiswa ini berbentuk pelatihan teknis terkait inovasi dan pengembangan pembelajaran Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM). Bertajuk "Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning", para guru akan diajak untuk mengeksplorasi ide-ide segar dalam menghadirkan pembelajaran STEM yang bermakna dan berkelanjutan. Program pelatihan teknis nongelar ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Hiroshima University, Jepang. Pendaftaran dibuka secara daring hingga 25 Oktober 2026.

Pembelajaran STEM ke depan diharapkan bisa mendorong murid untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menemukan solusi bagi tantangan masa depan. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki peran sentral dalam mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, sehingga mereka dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai sains dan teknologi sejak dini.

Latar Belakang

Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0, kemampuan di bidang STEM menjadi semakin krusial. Banyak pekerjaan masa depan membutuhkan keterampilan dalam sains, teknologi, teknik, dan matematika. Negara-negara maju telah lama menempatkan STEM sebagai prioritas dalam kurikulum pendidikan mereka. Indonesia pun tidak ingin tertinggal. Pemerintah melalui Kemendikdasmen terus mendorong penguatan pembelajaran STEM di sekolah-sekolah, mulai dari jenjang dasar hingga menengah.

Namun, tantangan terbesar bukanlah pada ketersediaan kurikulum, melainkan pada kesiapan guru. Banyak guru SD dan SMP yang belum memiliki pengalaman atau pelatihan khusus dalam mengajarkan STEM secara terintegrasi. Pembelajaran STEM bukan sekadar menggabungkan empat mata pelajaran, melainkan pendekatan interdisipliner yang menekankan pemecahan masalah nyata, kolaborasi, dan kreativitas. Di sinilah beasiswa nongelar ini hadir sebagai solusi.

Melalui program "Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning", guru akan mendapatkan pelatihan intensif yang dirancang oleh para ahli dari Kemendikdasmen, LPDP, dan Hiroshima University. Hiroshima University dipilih karena reputasinya yang kuat dalam bidang pendidikan STEM dan riset. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan guru-guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran STEM yang menyenangkan dan relevan dengan konteks lokal.

Sasaran Beasiswa Non STEM

Program ini menyasar guru SD dan SMP di seluruh Indonesia. Kuota yang tersedia terbatas, yaitu:

  • Guru SD: 15 orang

  • Guru SMP: 15 orang

Jumlah ini sengaja dibatasi agar pelatihan berjalan efektif dan intensif. Para peserta terpilih akan mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar, berdiskusi dalam kelompok kecil, dan mempraktikkan langsung apa yang mereka pelajari. Dengan kuota yang terbatas, persaingan dipastikan ketat. Oleh karena itu, calon pendaftar perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Syarat Pendaftaran Beasiswa

Untuk dapat mengikuti seleksi, calon pendaftar harus memenuhi persyaratan umum dan khusus. Berikut rinciannya.

Persyaratan Umum:

  1. Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

  2. Berusia paling tinggi 55 tahun per 31 Desember pada tahun pendaftaran.

  3. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

  4. Sehat jasmani dan rohani.

Persyaratan Khusus:

  1. Berstatus sebagai Pendidik ASN atau Pendidik tetap yayasan.

  2. Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal.

  3. Minimal memiliki kualifikasi akademik studi program strata satu (S1/DIV) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 pada skala 4 atau yang setara.

  4. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dibuktikan dengan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal:

    Dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris dikecualikan apabila kandidat adalah lulusan Perguruan Tinggi luar negeri dibuktikan dengan ijazah dengan masa lulus tidak lebih dari 2 tahun terhitung dari tanggal pendaftaran.

Syarat-syarat tersebut menunjukkan bahwa program ini ditujukan bagi guru yang benar-benar berkomitmen pada pengembangan diri. Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat karena pelatihan akan melibatkan narasumber internasional dan materi berbahasa Inggris. Namun, skor minimal yang diminta relatif terjangkau, sehingga tidak memberatkan guru yang belum mahir berbahasa Inggris.

Dokumen yang Harus Disiapkan

Calon pendaftar harus menyiapkan sejumlah dokumen. Dokumen-dokumen ini terbagi menjadi dua kategori: dokumen umum dan dokumen khusus.

Dokumen Umum:

  1. Formulir pendaftaran (diisi saat pendaftaran).

  2. Hasil pindai (scan) Kartu Tanda Penduduk.

  3. Hasil pindai (scan) NUPTK.

  4. Letter of Acceptance (LoA), dilengkapi saat sudah dinyatakan lulus sebagai penerima Beasiswa.

  5. Surat pernyataan kesanggupan calon peserta penerima Program Pelatihan Teknis.

  6. Surat rekomendasi dari atasan.

  7. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani.

  8. Esai/personal statement, ditulis dalam bahasa Inggris dengan panjang minimal 500 kata.

Dokumen Khusus:

  1. Hasil pindai (scan) Surat Keputusan Pengangkatan Pendidik ASN atau Surat Keputusan Pengangkatan Pendidik tetap Yayasan.

  2. Hasil pindai (scan) surat tugas mengajar.

  3. Hasil pindai (scan) surat aktif bertugas yang diterbitkan oleh pimpinan instansi tempat pendidik bertugas.

  4. Hasil pindai (scan) ijazah dan transkrip nilai S-1/D-IV yang telah dilegalisir.

  5. Hasil pindai (scan) sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal (TOEFL ITP 450/Duolingo 75/TOEFL iBT 45/IELTS 5.0/TOEIC 440/English Score 290/Versant Test 47) atau hasil pindai (scan) ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi luar negeri dengan masa lulus tidak lebih dari 2 tahun terhitung dari tanggal pendaftaran.

Pastikan semua dokumen dipindai dengan jelas dan sesuai format yang diminta. Jangan menunda hingga hari terakhir untuk menghindari kendala teknis.

Cara Daftar Beasiswa Non STEM

Pendaftaran dilakukan secara daring. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka laman pendaftaran pada tautan https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas.

  2. Klik program yang akan diikuti, yakni "Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning".

  3. Pahami seluruh persyaratan yang ditetapkan, jika sudah klik "Laman Pendaftaran".

  4. Lengkapi profil dan unggah dokumen persyaratan.

  5. Ikuti seluruh petunjuk pendaftaran oleh sistem hingga selesai.

Pendaftaran dibuka hingga 25 Oktober 2026. Semoga bermanfaat Bapak-Ibu guru!

Manfaat Mengikuti Program Ini

Mengikuti beasiswa nongelar ini memberikan banyak manfaat. Pertama, peningkatan kompetensi. Guru akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam pembelajaran STEM. Kedua, sertifikasi microcredential. Sertifikat ini dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan karier. Ketiga, jaringan internasional. Peserta akan berinteraksi dengan guru dari berbagai daerah dan narasumber dari Hiroshima University. Keempat, pengalaman belajar yang berharga. Guru akan terlibat dalam proyek nyata, diskusi kelompok, dan praktik mengajar. Kelima, kontribusi pada sekolah. Ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada rekan sejawat dan diterapkan di kelas.

Keenam, meningkatkan motivasi siswa. Guru yang kreatif dan inovatif akan membuat pembelajaran STEM lebih menarik. Ketujuh, mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Kedelapan, memperkuat ekosistem pendidikan STEM di Indonesia. Kesembilan, membangun budaya kolaborasi antar guru. Kesepuluh, menjadi agen perubahan di sekolah dan komunitas.

Tips Mendapatkan Beasiswa

Bagi Anda yang berminat, berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  1. Persiapkan dokumen jauh hari. Mulai dari KTP, NUPTK, SK pengangkatan, ijazah, transkrip, sertifikat bahasa Inggris, surat rekomendasi, hingga esai.

  2. Tulis esai yang menarik. Esai adalah kesempatan untuk menunjukkan motivasi, visi, dan komitmen Anda terhadap pembelajaran STEM.

  3. Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris. Jika skor Anda belum memenuhi, segera ambil tes yang diakui.

  4. Minta rekomendasi dari atasan. Rekomendasi yang kuat dapat meningkatkan peluang.

  5. Pahami program dan tujuan pelatihan. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar memahami apa yang akan dipelajari.

  6. Perhatikan tenggat waktu. Jangan menunda pendaftaran.

  7. Jaga kesehatan dan mental. Proses seleksi bisa menegangkan, tetap tenang dan positif.

  8. Berdoa dan tetap semangat. Usaha maksimal dan doa adalah kunci.

  9. Manfaatkan jaringan. Jika ada guru yang pernah mengikuti program serupa, mintalah saran.

  10. Tunjukkan komitmen untuk berbagi. Tekankan bahwa Anda akan membagikan ilmu kepada rekan guru dan siswa.

Kesimpulan

Kemendikdasmen membuka beasiswa nongelar pembelajaran STEM bagi guru SD dan SMP. Program ini merupakan kerja sama dengan LPDP dan Hiroshima University, dengan kuota 15 guru SD dan 15 guru SMP. Pendaftaran dibuka hingga 25 Oktober 2026 melalui https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas. Syaratnya antara lain WNI, usia maksimal 55 tahun, NUPTK, pendidik ASN atau tetap yayasan, pengalaman mengajar minimal 2 tahun, IPK minimal 3,00, dan kemampuan bahasa Inggris dengan skor tertentu. Dokumen yang diperlukan meliputi KTP, NUPTK, SK pengangkatan, surat tugas, surat aktif, ijazah, transkrip, sertifikat bahasa Inggris, surat rekomendasi, surat sehat, dan esai 500 kata. Manfaatnya sangat besar bagi pengembangan kompetensi dan karier guru. Jangan lewatkan kesempatan ini. Segera daftar dan tingkatkan kualitas pembelajaran STEM di sekolah Anda.

FAQ

1. Apa itu beasiswa non gelar pembelajaran STEM?
Beasiswa berupa pelatihan teknis untuk guru SD dan SMP tentang inovasi dan pengembangan pembelajaran STEM, tanpa gelar akademik.

2. Siapa yang menyelenggarakan program ini?
Kemendikdasmen bekerja sama dengan LPDP dan Hiroshima University, Jepang.

3. Berapa kuota peserta?
15 guru SD dan 15 guru SMP.

4. Kapan pendaftaran ditutup?
25 Oktober 2026.

5. Bagaimana cara mendaftar?
Melalui https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas, pilih program "Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning".

6. Apa syarat umum pendaftar?
WNI, usia maksimal 55 tahun, memiliki NUPTK, dan sehat jasmani rohani.

7. Apa syarat khusus pendaftar?
Pendidik ASN atau tetap yayasan, pengalaman mengajar minimal 2 tahun, IPK minimal 3,00, dan skor bahasa Inggris minimal sesuai ketentuan.

8. Berapa skor bahasa Inggris minimal?
TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, English Score 290, atau Versant Test 47.

9. Apakah lulusan luar negeri bebas syarat bahasa Inggris?
Ya, jika masa lulus tidak lebih dari 2 tahun dan dibuktikan dengan ijazah.

10. Dokumen apa saja yang harus diunggah?
KTP, NUPTK, SK pengangkatan, surat tugas, surat aktif, ijazah, transkrip, sertifikat bahasa Inggris, surat rekomendasi, surat sehat, dan esai 500 kata.