Geometri adalah salah satu fondasi penting dalam matematika. Namun, berdasarkan laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis OECD, kemampuan geometri dan pengukuran pelajar Indonesia masih berada di bawah rata-rata global.
Data dari Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek (2024) menguatkan hal ini: dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk jenjang SMP, hanya 42% siswa yang mampu menyelesaikan soal-soal geometri dasar dengan benar, terutama yang berkaitan dengan penerapan rumus luas dan keliling bangun datar. Ini menunjukkan bahwa meskipun rumus-rumus tersebut sudah diajarkan sejak SD, banyak siswa yang masih kesulitan membedakan rumus untuk tiap bentuk, atau lupa saat harus menerapkannya dalam soal cerita.
Artikel ini menghadirkan kumpulan rumus bangun datar paling lengkap—mulai dari persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang, hingga lingkaran. Setiap rumus disertai contoh perhitungan sederhana yang mudah diikuti. Cocok untuk siswa SD, SMP, atau siapa pun yang ingin menyegarkan kembali ingatannya tentang geometri datar.
Pengertian Bangun Datar
Bangun datar adalah bangun dua dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar, tanpa ketebalan. Semua bangun datar dibatasi oleh garis lurus atau lengkung dan memiliki luas (area di dalamnya) serta keliling (panjang total garis tepinya).
Kumpulan Rumus Lengkap dan Contoh Perhitungan
a. Persegi

Persegi memiliki 4 sisi yang sama panjang dan 4 sudut siku-siku (90°). Misalkan panjang sisi = s.
-
Luas (L) = s × s = s²
-
Keliling (K) = 4 × s
Contoh Soal:
Sebuah keramik berbentuk persegi memiliki panjang sisi 30 cm. Berapa luas dan kelilingnya?
-
L = 30 cm × 30 cm = 900 cm²
-
K = 4 × 30 cm = 120 cm
b. Persegi Panjang

Memiliki 2 pasang sisi sejajar dan sama panjang, serta 4 sudut siku-siku. Misalkan panjang = p, lebar = l.
-
L = p × l
-
K = 2 × (p + l)
Contoh Soal:
Sebuah papan tulis berukuran panjang 200 cm dan lebar 100 cm. Hitung luas dan kelilingnya!
-
L = 200 cm × 100 cm = 20.000 cm² = 2 m²
-
K = 2 × (200 cm + 100 cm) = 2 × 300 cm = 600 cm = 6 m
c. Segitiga

Segitiga memiliki 3 sisi dan 3 sudut. Ada beberapa jenis, namun rumus dasarnya sama. Misalkan alas = a, tinggi = t, dan ketiga sisinya s₁, s₂, s₃.
-
L = ½ × a × t
-
K = s₁ + s₂ + s₃
Contoh Soal (Segitiga Siku-Siku):
Sebuah segitiga siku-siku memiliki alas 6 cm dan tinggi 8 cm. Sisi miringnya 10 cm. Tentukan luas dan kelilingnya!
-
L = ½ × 6 cm × 8 cm = 24 cm²
-
K = 6 cm + 8 cm + 10 cm = 24 cm
Contoh Soal (Segitiga Sembarang):
Jika sebuah segitiga memiliki sisi-sisi 5 cm, 7 cm, dan 9 cm, serta tingginya 4 cm dari sisi 9 cm, hitung keliling dan luasnya.
-
K = 5 cm + 7 cm + 9 cm = 21 cm
-
L = ½ × 9 cm × 4 cm = 18 cm²
d. Jajar Genjang

Jajar genjang memiliki 2 pasang sisi sejajar dengan panjang yang sama, tetapi sudutnya tidak siku-siku. Misalkan alas = a, tinggi = t (tegak lurus dari alas), dan sisi miring = b.
-
L = a × t
-
K = 2 × (a + b)
Contoh Soal:
Sebuah taman berbentuk jajar genjang memiliki alas 12 m, tinggi 5 m, dan sisi miring 7 m. Berapa luas dan kelilingnya?
-
L = 12 m × 5 m = 60 m²
-
K = 2 × (12 m + 7 m) = 2 × 19 m = 38 m
e. Trapesium

Trapesium memiliki sepasang sisi sejajar yang panjangnya berbeda. Misalkan sisi sejajar pertama = a, sisi sejajar kedua = b, tinggi = t (jarak tegak lurus antara dua sisi sejajar), dan kaki-kakinya = c dan d.
-
L = ½ × (a + b) × t
-
K = a + b + c + d
Contoh Soal:
Sebuah atap berbentuk trapesium sama kaki memiliki panjang sisi sejajar 10 m dan 6 m, tinggi 4 m, dan kaki miring masing-masing 5 m. Tentukan luas dan kelilingnya!
-
L = ½ × (10 m + 6 m) × 4 m = ½ × 16 m × 4 m = 32 m²
-
K = 10 m + 6 m + 5 m + 5 m = 26 m
f. Belah Ketupat

Belah ketupat memiliki 4 sisi sama panjang, sudut berhadapan sama besar, dan diagonal-diagonal yang berpotongan tegak lurus. Misalkan diagonal pertama = d₁, diagonal kedua = d₂, dan sisi = s.
-
L = ½ × d₁ × d₂
-
K = 4 × s
Contoh Soal:
Sebuah ketupat lebaran (makanan) dibentuk dari belah ketupat dengan diagonal 16 cm dan 12 cm. Berapa luas dan kelilingnya jika panjang sisi diketahui 10 cm?
-
L = ½ × 16 cm × 12 cm = 96 cm²
-
K = 4 × 10 cm = 40 cm
g. Layang-Layang

Layang-layang memiliki 2 pasang sisi yang berdekatan sama panjang. Diagonal-diagonalnya berpotongan tegak lurus. Misalkan diagonal pertama = d₁, diagonal kedua = d₂, sisi pendek = a, dan sisi panjang = b.
-
L = ½ × d₁ × d₂
-
K = 2 × (a + b)
Contoh Soal:
Sebuah mainan layang-layang memiliki diagonal 20 cm dan 15 cm. Panjang sisi pendeknya 10 cm, sisi panjangnya 13 cm. Hitung luas dan kelilingnya!
-
L = ½ × 20 cm × 15 cm = 150 cm²
-
K = 2 × (10 cm + 13 cm) = 2 × 23 cm = 46 cm
h. Lingkaran

Lingkaran adalah bangun datar yang dibentuk oleh himpunan titik berjarak sama dari suatu titik pusat. Misalkan jari-jari = r, diameter = d (d = 2r). Gunakan π ≈ 3,14 atau π = 22/7.
-
L = π × r²
-
K = 2 × π × r = π × d
Contoh Soal 1:
Sebuah pizza memiliki jari-jari 14 cm. Berapa luas dan kelilingnya? (π = 22/7)
-
L = (22/7) × 14 cm × 14 cm = 22 × 2 × 14 = 616 cm²
-
K = 2 × (22/7) × 14 cm = 2 × 44 = 88 cm
Contoh Soal 2:
Sebuah jam dinding bundar berdiameter 30 cm. Tentukan luas dan kelilingnya! (π = 3,14, r = 15 cm)
-
L = 3,14 × 15 cm × 15 cm = 706,5 cm²
-
K = 3,14 × 30 cm = 94,2 cm
Tabel Rangkuman Rumus
| Bangun Datar | Luas | Keliling |
|---|---|---|
| Persegi | s² | 4 × s |
| Persegi Panjang | p × l | 2 × (p + l) |
| Segitiga | ½ × a × t | jumlah ketiga sisi |
| Jajar Genjang | a × t | 2 × (a + b) |
| Trapesium | ½ × (a + b) × t | jumlah keempat sisi |
| Belah Ketupat | ½ × d₁ × d₂ | 4 × s |
| Layang-Layang | ½ × d₁ × d₂ | 2 × (a + b) |
| Lingkaran | π × r² | 2πr atau πd |
Tips Menghafal Rumus
-
Pahami asal-usul rumus:
-
Luas jajar genjang, segitiga, trapesium, belah ketupat, dan layang-layang semuanya dapat diturunkan dari luas persegi panjang. Jajar genjang berasal dari persegi panjang yang "digeser" sisinya. Segitiga adalah setengah dari persegi panjang. Trapesium adalah rata-rata dua sisi sejajar yang membentuk persegi panjang imajiner. Belah ketupat dan layang-layang terdiri dari gabungan segitiga-segitiga yang diagonalnya menjadi alas dan tinggi.
-
-
Gunakan mnemonik:
-
"Luas segitiga, setengah alas kali tinggi" (nyanyikan dengan nada tertentu).
-
"Keliling lingkaran = dua pi er, luas lingkaran = pi er kuadrat" (K = 2πr, L = πr²).
-
-
Perhatikan satuan:
-
Luas selalu dalam satuan persegi (cm², m²).
-
Keliling selalu dalam satuan panjang (cm, m).
-
Jangan mencampur satuan yang berbeda dalam satu perhitungan.
-
-
Buat catatan visual:
Gambar setiap bangun datar dengan warna berbeda, tempel di dinding kamar belajar. Sertakan rumus di sampingnya. Otak lebih mudah mengingat gambar daripada teks. -
Latihan soal cerita:
Soal AKM dan ujian sekolah seringkali tidak menyebutkan langsung "hitung luas persegi", melainkan melalui cerita. Latihlah mengidentifikasi bentuk bangun datar dari deskripsi masalah sehari-hari—"ubin", "halaman", "layar ponsel", "tutup botol", dll.
Penutup
Menguasai rumus bangun datar adalah keterampilan fundamental yang terus terpakai, tidak hanya di bangku sekolah, tetapi juga dalam kehidupan nyata—dari menghitung luas cat dinding, luas lahan, hingga mendesain pola jahitan. Dengan pemahaman konsep dan latihan rutin, setiap rumus akan melekat kuat di ingatan. Jangan hanya dihafal; pahami logika di baliknya. Selamat berlatih, dan jadikan geometri sebagai teman yang menyenangkan!
FAQ
1. Bagaimana cara mencari tinggi segitiga jika hanya diketahui alas dan luas?
Gunakan rumus luas dan balikkan: t = (2 × Luas) / a.
2. Apakah trapesium sama kaki punya rumus khusus?
Rumus luasnya tetap ½ × (jumlah sisi sejajar) × t. Untuk keliling, cukup jumlahkan keempat sisinya.
3. Bagaimana membedakan belah ketupat dan layang-layang?
Belah ketupat memiliki 4 sisi sama panjang; diagonalnya membagi sudut sama besar. Layang-layang hanya memiliki 2 pasang sisi berdekatan yang sama panjang; diagonalnya tidak membagi sudut, kecuali sumbu simetrinya.
4. Bisakah keliling lingkaran dihitung tanpa jari-jari?
Bisa, jika diketahui diameter (K = π × d) atau luas (cari r dulu dari L = πr²).
5. Apakah luas jajar genjang sama dengan luas persegi panjang?
Rumusnya mirip: keduanya "alas × tinggi". Namun, tinggi jajar genjang adalah jarak tegak lurus antar alas, bukan sisi miringnya.
6. Kenapa luas segitiga harus dikali setengah?
Karena setiap segitiga adalah setengah dari persegi panjang yang memiliki alas dan tinggi yang sama.