Penjelasan Lengkap Idiom dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

Administrator
Penjelasan Lengkap Idiom dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, "Dia itu panjang tangan," atau dalam bahasa Inggris, "It's raining cats and dogs"? Jika Anda mencoba memahami kalimat itu secara harfiah, Anda mungkin akan kebingungan. Mengapa tangan seseorang dianggap panjang? Bagaimana mungkin kucing dan anjing jatuh dari langit? Inilah yang disebut idiom—ungkapan khas yang maknanya tidak bisa ditebak hanya dari kata-kata penyusunnya.

Data dari Oxford English Dictionary mencatat bahwa terdapat lebih dari 25.000 idiom dalam bahasa Inggris saja, sementara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek dalam Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia mendokumentasikan ribuan idiom yang masih aktif digunakan oleh masyarakat. Survei Cambridge University Press (2023) terhadap pembelajar bahasa asing menemukan bahwa idiom adalah salah satu aspek tersulit kedua setelah tata bahasa, dengan 68% responden mengaku sering salah memahami idiom dalam percakapan sehari-hari.

Idiom adalah jendela menuju budaya dan cara berpikir suatu bangsa. Menguasainya tidak hanya membuat Anda terdengar lebih natural, tetapi juga membantu Anda memahami nuansa komunikasi yang lebih dalam. Artikel ini akan membedah tuntas idiom: pengertian, jenis-jenisnya, dan contoh-contoh menarik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Baca Juga
Panduan Lengkap Majas: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh Kalimatnya

Pengertian Idiom

Secara etimologis, kata idiom berasal dari bahasa Yunani idios, yang berarti "sendiri" atau "khas". Dalam linguistik, idiom didefinisikan sebagai konstruksi kata-kata yang maknanya tidak dapat diturunkan secara langsung dari makna harfiah kata-kata penyusunnya. Ini adalah paket makna yang sudah jadi, disepakati oleh komunitas penutur, dan sering kali tidak bisa diterjemahkan kata per kata.

Dr. James R. Nattinger, ahli linguistik dari Portland State University, dalam bukunya Lexical Phrases and Language Teaching, mendefinisikan idiom sebagai "frasa kompleks yang maknanya tidak dapat diprediksi dari makna individual morfemnya." Sementara itu, Prof. Dr. Gorys Keraf dalam Diksi dan Gaya Bahasa menyebut idiom sebagai "pola-pola struktural yang menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang umum."

Dengan kata lain, idiom adalah "paket makna" yang harus dipahami secara utuh, bukan diurai. Ketika seseorang berkata "Dia naik pitam," kita tidak bisa menafsirkannya secara harfiah sebagai seseorang yang menaiki sesuatu bernama pitam. Makna sesungguhnya adalah "marah".

Jenis-Jenis Idiom

Para ahli linguistik mengklasifikasikan idiom ke dalam beberapa jenis berdasarkan struktur, transparansi makna, dan hubungan antarunsurnya.

A. Berdasarkan Transparansi Makna

Klasifikasi ini melihat sejauh mana makna harfiah kata-kata dalam idiom masih bisa "membantu" menebak makna sebenarnya.

  • Idiom Transparan (Transparent Idioms) : Makna harfiahnya masih sedikit berkaitan dengan makna idiomatiknya. Pembelajar bahasa sering kali masih bisa menebak artinya. Contoh: "To cut corners" (memotong sudut) yang berarti mengambil jalan pintas dengan mengorbankan kualitas. Atau dalam bahasa Indonesia, "meja hijau" (meja berwarna hijau) yang berarti pengadilan—masih ada hubungan karena meja di ruang sidang sering kali berlapis kain hijau.

  • Idiom Semi-Transparan (Semi-Transparent Idioms) : Sebagian makna bisa ditebak, tetapi tidak seluruhnya. Contoh: "To spill the beans" (menumpahkan kacang) yang berarti membocorkan rahasia. Ada sedikit unsur metafora "kacang" sebagai "rahasia yang tersembunyi."

  • Idiom Buram (Opaque Idioms) : Makna harfiahnya sama sekali tidak berkaitan dengan makna sebenarnya. Ini adalah idiom yang paling sulit dipelajari karena harus dihafal. Contoh: "To kick the bucket" (menendang ember) yang berarti meninggal dunia. Tidak ada hubungan logis antara menendang ember dan kematian. Dalam bahasa Indonesia, "makan asam garam" secara harfiah tidak ada hubungannya dengan pengalaman hidup yang luas.

B. Berdasarkan Struktur dan Unsur Pembentuk

Klasifikasi ini melihat idiom dari segi tata bahasa dan komponen penyusunnya.

  • Idiom Penuh (Full Idioms) : Semua kata dalam ungkapan tersebut sudah kehilangan makna harfiahnya dan membentuk satu kesatuan makna baru yang utuh. Contoh: "Kambing hitam" (orang yang disalahkan). Kata "kambing" dan "hitam" di sini sudah tidak merujuk pada hewan atau warna, melainkan satu konsep abstrak.

  • Idiom Sebagian (Partial Idioms) : Hanya salah satu kata yang memiliki makna idiomatik, sementara kata lainnya tetap bermakna harfiah. Contoh: "Show one's teeth" (menunjukkan gigi) yang berarti menunjukkan kekuatan atau kemarahan. Kata "show" (menunjukkan) masih bermakna harfiah, tetapi "teeth" (gigi) digunakan secara kiasan.

  • Idiom Berbentuk Frasa: Sebagian besar idiom berbentuk frasa, bisa frasa nomina ("buah bibir" = bahan pembicaraan), frasa verba ("angkat kaki" = pergi), frasa adjektiva ("besar kepala" = sombong), atau frasa preposisional ("di bawah umur" = belum dewasa).

  • Idiom Berbentuk Kalimat: Idiom ini sudah berupa kalimat lengkap, sering kali berupa peribahasa atau pepatah. Contoh: "Seperti anjing dan kucing" (selalu bertengkar). "The ball is in your court" (keputusan ada di tanganmu).

Contoh Idiom Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sangat kaya akan idiom. Berikut adalah contoh-contoh yang sering digunakan, dikelompokkan berdasarkan tema.

Tema: Karakter dan Sifat Manusia

  • Besar kepala: Sombong. "Sejak memenangkan lomba itu, ia menjadi besar kepala."

  • Panjang tangan: Suka mencuri. "Hati-hati di terminal, banyak yang panjang tangan."

  • Rendah hati: Tidak sombong. "Meskipun kaya raya, ia tetap rendah hati."

  • Keras kepala: Tidak mau mendengar nasihat. "Anak itu keras kepala, susah dinasihati."

  • Tangan kanan: Orang kepercayaan. "Ia adalah tangan kanan direktur."

  • Otak udang: Bodoh. "Masa soal semudah ini tidak bisa, otak udang kamu?"

  • Bermuka dua: Munafik, tidak jujur. "Hati-hati dengan orang bermuka dua."

Tema: Keadaan dan Peristiwa

  • Angkat kaki: Pergi. "Ia terpaksa angkat kaki dari kontrakan karena tidak mampu membayar."

  • Naik daun: Terkenal. "Penyanyi muda itu sedang naik daun."

  • Naik pitam: Sangat marah. "Mendengar berita itu, ia langsung naik pitam."

  • Gulung tikar: Bangkrut. "Perusahaannya gulung tikar setelah pandemi."

  • Banting tulang: Bekerja keras. "Ayahku banting tulang setiap hari untuk kami."

  • Cuci mata: Melihat pemandangan untuk hiburan. "Kami sekeluarga pergi ke mall untuk cuci mata."

  • Buah bibir: Menjadi bahan pembicaraan. "Kisah cinta mereka menjadi buah bibir di kantor."

  • Tangan hampa: Tidak membawa apa-apa. "Pulang dengan tangan hampa."

Baca Juga
Panduan Lengkap Fabel: Pengertian, Struktur, Unsur Intrinsik, dan Ciri Kebahasaannya

Contoh Idiom Bahasa Inggris

Bahasa Inggris juga memiliki khazanah idiom yang sangat luas. Berikut adalah idiom-idiom populer.

Tema: Kehidupan Sehari-hari dan Bisnis

  • Break the ice (memecahkan es): Memulai percakapan untuk mencairkan suasana. "He told a joke to break the ice."

  • Call it a day (sebut saja hari): Berhenti bekerja untuk hari itu. "We've been working for 10 hours, let's call it a day."

  • Hit the books (pukul buku): Belajar dengan giat. "I have an exam tomorrow, so I need to hit the books tonight."

  • Piece of cake (sepotong kue): Sesuatu yang sangat mudah. "The test was a piece of cake."

  • Cost an arm and a leg (seharga satu lengan dan satu kaki): Sangat mahal. "That car costs an arm and a leg."

  • Once in a blue moon (sekali dalam bulan biru): Sangat jarang terjadi. "He visits his parents once in a blue moon."

Tema: Emosi dan Perilaku

  • Bite the bullet (gigit peluru): Menghadapi situasi sulit dengan tabah. "I hate going to the dentist, but I'll just have to bite the bullet."

  • Hit the nail on the head (memukul paku tepat di kepala): Tepat sasaran, benar sekali. "You hit the nail on the head with that comment."

  • Let the cat out of the bag (melepaskan kucing dari karung): Membocorkan rahasia. "She let the cat out of the bag about their surprise party."

  • Under the weather (di bawah cuaca): Merasa tidak enak badan. "I'm feeling under the weather today."

  • Face the music (menghadapi musik): Menerima konsekuensi dari perbuatan sendiri. "He's been avoiding his boss, but now he has to face the music."

Perbedaan Idiom dengan Peribahasa dan Pepatah

Sering kali idiom tertukar dengan peribahasa atau pepatah. Berikut perbedaan singkatnya.

  • Idiom: Frasa pendek yang maknanya kiasan. Sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Contoh: "Angkat kaki", "Kambing hitam".

  • Peribahasa: Kalimat lengkap yang berisi nasihat atau perumpamaan, sering memiliki rima dan irama. Contoh: "Ada asap ada api", "Air beriak tanda tak dalam".

  • Pepatah: Hampir sama dengan peribahasa, tetapi lebih berfokus pada nasihat atau ajaran moral. Contoh: "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian".

Jika idiom adalah "potongan" ekspresi, peribahasa dan pepatah adalah "kalimat" bijak yang lengkap.

Tips Mempelajari dan Menggunakan Idiom

Menguasai idiom memang tidak instan, tetapi bisa dilakukan dengan strategi yang tepat.

  • Jangan Dihafal, Pahami Konteksnya: Setiap idiom memiliki situasi yang tepat. Belajarlah dari film, lagu, atau percakapan nyata. Catat kalimat lengkapnya, bukan hanya idiomnya.

  • Buat Kalimat Pribadi: Setelah menemukan idiom baru, segera buat 2–3 kalimat yang berhubungan dengan pengalaman pribadi Anda. Ini akan membantu melekatkan di ingatan.

  • Pelajari Berdasarkan Tema: Misalnya, minggu ini fokus pada idiom tentang kemarahan ("naik pitam", "to see red"). Minggu depan tentang kebahagiaan. Pengelompokan membantu otak membangun koneksi.

  • Gunakan Kamus Idiom Khusus: Untuk bahasa Inggris, gunakan Oxford Dictionary of Idioms atau The Free Dictionary (idioms.thefreedictionary.com). Untuk bahasa Indonesia, gunakan Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia terbitan Badan Bahasa.

  • Jangan Takut Salah: Penggunaan idiom yang salah sering kali menjadi cerita lucu yang tak terlupakan. Justru dari kesalahan itulah kita belajar.

Penutup

Idiom adalah bumbu dalam bahasa. Ia menambahkan rasa, warna, dan kedalaman pada komunikasi. Dengan memahami idiom, Anda tidak hanya belajar kata-kata baru, tetapi juga menyelami budaya dan cara berpikir masyarakat penuturnya. Dari "panjang tangan" hingga "piece of cake", setiap idiom adalah artefak linguistik yang menyimpan sejarah dan kearifan. Jadi, mulailah hari ini. Tambahkan satu idiom baru ke dalam kosakata Anda, gunakan dalam percakapan, dan rasakan bagaimana bahasa Anda menjadi lebih hidup.

Baca Juga
Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna: Tahapan dan Contoh Hewan

FAQ 

1. Apakah idiom selalu tidak bisa diterjemahkan secara harfiah?
Ya, karena maknanya adalah kiasan. Menerjemahkan idiom kata per kata hampir selalu menghasilkan makna yang salah atau lucu. Idiom harus diterjemahkan dengan mencari padanan maknanya di bahasa target.

2. Berapa banyak idiom yang perlu saya kuasai untuk fasih berbahasa Inggris?
Untuk percakapan sehari-hari, menguasai 200–300 idiom umum sudah cukup untuk memahami 80% idiom yang muncul di film, berita, atau obrolan informal.

3. Apakah idiom bisa berubah seiring waktu?
Ya, idiom bersifat dinamis. Beberapa idiom lama mungkin ditinggalkan, sementara idiom baru muncul, terutama dari budaya pop, media sosial, atau perkembangan teknologi. Contoh: "Go viral" adalah idiom baru yang muncul di era internet.

4. Apakah semua bahasa memiliki idiom?
Ya, semua bahasa di dunia memiliki idiom. Idiom adalah cerminan budaya, sejarah, dan lingkungan masyarakat penuturnya. Misalnya, budaya maritim memiliki banyak idiom tentang laut, budaya agraris memiliki idiom tentang pertanian.

5. Bagaimana cara membedakan idiom dan metafora?
Idiom adalah ekspresi yang maknanya sudah "beku" dan dipahami bersama (contoh: "kambing hitam"). Metafora adalah perbandingan kreatif yang tidak selalu terstandarisasi (contoh: "Kamu adalah mentari hidupku"). Sebuah idiom sebenarnya adalah metafora yang sudah sangat sering digunakan sehingga menjadi konvensi bahasa.