Penjelasan Lengkap Kata Serapan: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Administrator
Penjelasan Lengkap Kata Serapan: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup dan terus berkembang. Salah satu bukti paling nyata dari dinamika ini adalah banyaknya kata serapan—kata-kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang kemudian menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia. Data dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek menunjukkan bahwa dari sekitar 127.000 entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Edisi VI), lebih dari 30% di antaranya adalah kata serapan dari berbagai bahasa asing.

Ini membuktikan bahwa nenek moyang kita adalah bangsa yang terbuka, suka bergaul, dan cerdas memilih mana yang baik dari budaya lain. Proses penyerapan ini bukan sekadar "comot kata seenaknya", melainkan diatur oleh kaidah-kaidah linguistik yang ketat. Memahami kata serapan sangat penting, terutama bagi pelajar yang sedang memperdalam bahasa Indonesia, karena kata serapan sering kali menjadi sumber kesalahan ejaan dan pengucapan.

Artikel ini akan mengupas tuntas kata serapan: pengertian, jenis-jenisnya (adopsi, adaptasi, kreasi/pungutan), dan contoh-contohnya dari berbagai bahasa donor yang telah memperkaya bahasa Indonesia.

Baca Juga
Panduan Lengkap Stratifikasi Sosial: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Contohnya

Pengertian Kata Serapan

Kata serapan adalah kata-kata yang berasal dari bahasa asing, bahasa daerah, atau istilah teknis yang kemudian diintegrasikan ke dalam bahasa Indonesia. Proses ini disebut absorpsi linguistik. Dalam linguistik, kata serapan adalah hasil dari kontak bahasa (language contact) yang terjadi ketika dua komunitas penutur bahasa yang berbeda berinteraksi secara intensif—baik melalui perdagangan, penjajahan, penyebaran agama, pendidikan, maupun globalisasi. Penyerapan kata biasanya terjadi karena tidak adanya padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia untuk benda, konsep, atau teknologi baru yang masuk.

Para ahli bahasa memberikan definisi yang saling melengkapi. Prof. Dr. Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik mendefinisikan kata serapan sebagai "kata yang dipinjam dari bahasa lain dan kemudian diintegrasikan ke dalam sistem bahasa tertentu." Sementara itu, Dr. Felicia Nuradi Utorodewo dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia menekankan bahwa proses penyerapan selalu melibatkan penyesuaian, baik dalam hal ejaan, pelafalan, maupun tata tulis, agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penting untuk dicatat: tidak semua kata asing otomatis menjadi kata serapan. Suatu kata baru resmi menjadi kata serapan ketika sudah tercatat dalam KBBI. Sebelum itu, ia masih berstatus "kata asing" (ditulis dengan cetak miring jika muncul dalam teks bahasa Indonesia).

Sejarah penyerapan kata di Indonesia sangat panjang dan berlapis-lapis:

  • Abad ke-4 M: Masuknya pengaruh Sansekerta melalui agama Hindu-Buddha. Contoh: manusia, raja, agama, neraka, bahasa.

  • Abad ke-13 M: Masuknya pengaruh Arab dan Persia melalui perdagangan dan Islam. Contoh: dunia, akhir, kursi, kabar, selamat.

  • Abad ke-17–20 M: Masuknya pengaruh Belanda, Portugis, Inggris melalui kolonialisme. Contoh: bangku, bendera, komputer, internet.

  • Era Modern: Masuknya pengaruh Jepang, Korea, Mandarin melalui budaya pop dan teknologi. Contoh: sushi, kimchi, fengshui, kecap.

Jenis-Jenis Kata Serapan

Berdasarkan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) yang diterbitkan oleh Badan Bahasa, ada tiga cara utama penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia.

A. Adopsi (Penyerapan Utuh)

Adopsi adalah proses penyerapan kata asing secara utuh, tanpa mengubah ejaan, pelafalan, atau bentuk aslinya. Kata tersebut diterima secara penuh ke dalam bahasa Indonesia. Proses ini biasanya terjadi jika kata asing tersebut dianggap sudah lazim digunakan dan tidak menimbulkan masalah fonologis atau ortografis.

Ciri-ciri adopsi:

  • Ejaan dan pelafalan sama persis dengan bahasa aslinya.

  • Sering terjadi pada istilah-istilah modern, teknis, atau merek dagang yang mendunia.

  • Biasanya dari bahasa Inggris karena pengaruh globalisasi teknologi.

Contoh adopsi:

  • Internet (dari bahasa Inggris) – tidak diubah menjadi internet.

  • Email (dari bahasa Inggris) – tidak diubah menjadi imeyl.

  • Radio (dari bahasa Inggris/Belanda) – tidak diubah menjadi radiyo.

  • Bank (dari bahasa Inggris/Belanda) – tidak diubah menjadi bangk.

  • Film (dari bahasa Inggris/Belanda) – tidak diubah menjadi filem.

  • Golf, Golf (dari bahasa Inggris) – tetap golf.

B. Adaptasi (Penyesuaian)

Adaptasi adalah proses penyerapan kata asing dengan cara menyesuaikan ejaan dan/atau pelafalannya dengan kaidah bahasa Indonesia, tetapi maknanya tetap sama. Proses ini adalah yang paling umum terjadi karena bahasa Indonesia memiliki sistem fonologi dan ortografi yang berbeda dengan bahasa asing.

Ciri-ciri adaptasi:

  • Ejaan dan pelafalan diubah sesuai kaidah EYD.

  • Makna asli tetap dipertahankan.

  • Biasanya terjadi pada kata-kata yang sudah lama diserap.

Contoh adaptasi (disertai bentuk aslinya):

  • Apotek (Belanda: apotheek)

  • Aktual (Inggris: actual)

  • Bisnis (Inggris: business)

  • Dokter (Belanda: dokter)

  • Energi (Inggris: energy)

  • Fase (Inggris: phase)

  • Foto (Inggris: photo)

  • Ijazah (Arab: ijazah)

  • Kampus (Inggris: campus)

  • Komputer (Inggris: computer)

  • Kualitas (Inggris: quality)

  • Manajer (Inggris: manager)

  • Telepon (Inggris: telephone)

  • Teori (Inggris: theory)

  • Ziarah (Arab: ziyarah)

Baca Juga
Cara Membentuk 7 Kebiasaan Anak Hebat: Panduan untuk Orang Tua dan Guru di Era Digital

C. Pungutan (Kreasi/Penerjemahan)

Pungutan adalah proses penyerapan kata asing dengan cara menerjemahkan kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia, atau menciptakan kata baru yang maknanya setara. Ini adalah bentuk penyerapan yang paling kreatif dan menunjukkan kecerdasan para ahli bahasa kita.

Ciri-ciri pungutan:

  • Bentuk katanya benar-benar baru dalam bahasa Indonesia.

  • Bisa berupa terjemahan langsung atau gabungan kata.

  • Sering terjadi pada istilah-istilah teknis.

Contoh pungutan (disertai istilah asingnya):

  • Unggah (terjemahan dari upload)

  • Unduh (terjemahan dari download)

  • Laman (terjemahan dari web page)

  • Peramban (terjemahan dari browser)

  • Surel (akronim dari "surat elektronik", terjemahan dari email)

  • Daring (akronim dari "dalam jaringan", terjemahan dari online)

  • Luring (akronim dari "luar jaringan", terjemahan dari offline)

  • Gawai (terjemahan dari gadget/device)

  • Pemindai (terjemahan dari scanner)

  • Cikal bakal (terjemahan dari embryo)

  • Kendali mutu (terjemahan dari quality control)

Contoh Kata Serapan dari Berbagai Bahasa

Berikut adalah contoh kata serapan yang dikelompokkan berdasarkan bahasa asalnya. Ini menunjukkan kekayaan pengaruh asing dalam bahasa Indonesia.

Dari Bahasa Arab (Agama & Budaya)

  • Abadi (< abadiyy)

  • Berkah (< barakah)

  • Dunia (< dunya)

  • Kabar (< khabar)

  • Kamus (< qamus)

  • Kursi (< kursiy)

  • Masyarakat (< musyarakah)

  • Nasihat (< nasihah)

  • Wajah (< wajh)

  • Waktu (< waqt)

Dari Bahasa Belanda (Ilmu Pengetahuan, Administrasi, Teknik)

  • Aki (< accu)

  • Asbak (< asbak)

  • Bandel (< bandel)

  • Baskom (< waskom)

  • Bioskop (< bioscoop)

  • Dongkrak (< dommekracht)

  • Handuk (< handdoek)

  • Karcis (< kaartje)

  • Loket (< loket)

  • Sekrup (< schroef)

  • Tas (< tas)

  • Wastafel (< wastafel)

Dari Bahasa Inggris (Teknologi, Olahraga, Bisnis)

  • Aplikasi (< application)

  • Bisnis (< business)

  • Desain (< design)

  • Edit (< edit)

  • Fail (< file)

  • Fokus (< focus)

  • Gol (< goal)

  • Laptop (< laptop)

  • Modem (< modem)

  • Piknik (< picnic)

  • Tren (< trend)

Dari Bahasa Daerah (Jawa, Sunda, Minangkabau, dll.)

  • Ampuh (< Jawa)

  • Bakwan (< Jawa)

  • Camat (< Jawa)

  • Gaduh (< Sunda)

  • Heboh (< Betawi?)

  • Nyinyir (< Betawi)

  • Pamor (< Jawa)

  • Ranjau (< Melayu Riau)

  • Sandal (< Sunda)

  • Teriak (< Melayu)

Dari Bahasa Mandarin (Makanan & Perdagangan)

  • Bakmi (< bak mi)

  • Capcai (< za cai)

  • Kecap (< kecap)

  • Kuaci (< gua zi)

  • Mie (< mian)

  • Tahu (< dou fu)

  • Tauco (< dou jiang)

  • Teh (< cha)

  • Toko (< toko)

Baca Juga
Panduan Lengkap Fabel: Pengertian, Struktur, Unsur Intrinsik, dan Ciri Kebahasaannya

Penutup

Kata serapan adalah jendela yang memperlihatkan betapa kayanya perjalanan bahasa Indonesia. Ia adalah bukti bahwa nenek moyang kita adalah bangsa yang terbuka, toleran, dan mampu menyaring mana yang baik dari bangsa lain untuk memperkuat identitasnya sendiri. Dengan memahami jenis-jenisnya—adopsi, adaptasi, dan pungutan—serta contoh-contohnya dari berbagai bahasa, kita tidak hanya menjadi pengguna bahasa yang lebih baik, tetapi juga lebih bijak dalam menghargai warisan leluhur. Jadi, lain kali Anda mengucapkan "saya mau download aplikasi di laptop", sadarilah bahwa dalam satu kalimat itu, terkandung jejak dari bahasa Inggris, Belanda, dan Inggris lagi!

FAQ 

1. Apa perbedaan kata serapan dan kata pinjaman?
Dalam linguistik Indonesia, keduanya sering dianggap sama. Namun, "kata serapan" lebih menekankan pada proses integrasi dan penyesuaian, sementara "kata pinjaman" adalah istilah generik. KBBI menggunakan istilah "kata serapan".

2. Apakah semua kata dari bahasa Inggris yang dipakai di Indonesia adalah kata serapan?
Belum tentu. Jika kata tersebut belum tercatat di KBBI dan masih terasa "asing", ia adalah kata asing yang harus ditulis miring. Jika sudah di-Indonesia-kan dan tercatat di KBBI, ia adalah kata serapan.

3. Bagaimana cara mengetahui ejaan yang benar untuk kata serapan?
Cek di KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id). KBBI adalah otoritas tertinggi untuk menentukan ejaan baku. Untuk kata yang belum ada, gunakan pedoman PUPI.

4. Mengapa banyak istilah komputer yang diadopsi, bukan diterjemahkan?
Karena kecepatan perkembangan teknologi. Sementara para ahli bahasa mencari padanan yang tepat, masyarakat sudah terlanjur menggunakan istilah aslinya. Itulah mengapa "mouse" tetap "mouse", bukan "tikus".

5. Apakah bahasa gaul termasuk kata serapan?
Beberapa ya, terutama yang berasal dari bahasa asing (contoh: baper yang merupakan akronim dari "bawa perasaan", bukan serapan dari bahasa asing; tetapi gaptek yang berarti "gagap teknologi"). Namun, kata serapan merujuk pada kata yang resmi, sedangkan bahasa gaul bersifat informal dan sementara.