Pernahkah kamu berpikir, dari mana tumbuhan mendapatkan makanan? Manusia dan hewan makan nasi, roti, atau daging. Tumbuhan tidak punya mulut, tapi mereka bisa membuat makanan sendiri! Proses ajaib ini disebut fotosintesis. Menurut buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD terbitan Kemendikbudristek, fotosintesis adalah cara tumbuhan mengubah cahaya matahari menjadi makanan. Hebatnya, saat membuat makanan, tumbuhan juga menghasilkan oksigen yang kita hirup setiap detik.
Data dari United States Department of Agriculture (USDA) menyebutkan, satu pohon besar yang sehat bisa menghasilkan oksigen cukup untuk empat orang dalam sehari. Bahkan, para ilmuwan di NOAA (badan kelautan dan atmosfer Amerika Serikat) mengatakan bahwa lebih dari setengah oksigen di Bumi berasal dari fitoplankton—tumbuhan kecil di laut yang juga berfotosintesis. Jadi, tanpa fotosintesis, kita semua tidak bisa bernapas. Yuk, kita pelajari caranya!
Pengertian Fotosintesis
Kata fotosintesis berasal dari bahasa Yunani: foto artinya cahaya, dan synthesis artinya membuat. Jadi, fotosintesis = membuat sesuatu dengan cahaya. Bayangkan daun adalah dapur mungil. Di dapur itu, tumbuhan memasak makanannya sendiri. Bahan-bahannya tidak dibeli di pasar, melainkan diambil dari alam: air, karbon dioksida, dan sinar matahari. Alat masaknya bernama klorofil atau zat hijau daun.
Tumbuhan hijau, alga, dan beberapa bakteri bisa berfotosintesis. Tumbuhan yang tidak hijau, seperti jamur, tidak bisa karena tidak punya klorofil.
Bahan-Bahan Fotosintesis Tumbuhan
Sebelum mulai, kita siapkan dulu bahan-bahannya:
-
Air (H₂O) – Diserap oleh akar dari dalam tanah, lalu diantar ke daun lewat batang seperti pipa air.
-
Karbon dioksida (CO₂) – Gas yang kita hembuskan saat bernapas. Tumbuhan mengambilnya dari udara lewat lubang kecil di daun yang disebut stomata (mulut daun).
-
Cahaya matahari – Sumber energi. Ditangkap oleh klorofil. Tanpa cahaya, dapur tidak bisa menyala.
-
Klorofil – Zat hijau daun yang menangkap energi cahaya. Inilah yang memberi warna hijau pada daun.
Proses Fotosintesis Secara Sederhana
Sekarang kita akan memasak! Ikuti langkah-langkahnya:
Langkah 1: Menyerap Bahan
Akar menghisap air dari tanah. Air naik melalui batang ke daun. Pada saat yang sama, stomata di daun membuka dan mengambil karbon dioksida dari udara.
Langkah 2: Menangkap Cahaya
Klorofil di daun menangkap energi cahaya matahari. Energi ini digunakan untuk memecah air (H₂O) menjadi hidrogen dan oksigen. Oksigennya dilepaskan ke udara, inilah yang kita hirup.
Langkah 3: Membuat Glukosa
Hidrogen dari air digabungkan dengan karbon dioksida (CO₂) menggunakan energi cahaya. Hasilnya adalah glukosa (C₆H₁₂O₆)—gula sederhana yang menjadi makanan tumbuhan. Glukosa ini bisa langsung dipakai untuk energi atau disimpan sebagai cadangan (misalnya menjadi pati di umbi kentang, atau gula di tebu).
Reaksi sederhananya:
Air + Karbon dioksida --(cahaya, klorofil)--> Glukosa + Oksigen 6H₂O + 6CO₂ --> C₆H₁₂O₆ + 6O₂
Oksigen yang dihasilkan keluar lewat stomata, kita dan hewan menghirupnya.
Hasil Dari Proses Fotosintesis
Ada dua hasil utama:
-
Glukosa (makanan tumbuhan) – Digunakan tumbuhan untuk tumbuh, berbunga, berbuah, atau disimpan di akar, batang, buah.
-
Oksigen (O₂) – Dilepaskan ke udara. Inilah kenapa hutan disebut "paru-paru dunia".
Pernahkah kamu lihat gelembung-gelembung kecil di daun tanaman air yang terkena sinar matahari? Itu adalah oksigen hasil fotosintesis!
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Fotosintesis
Agar dapur tumbuhan bekerja dengan baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jika salah satu kurang, fotosintesis bisa lambat atau berhenti.
a. Cahaya Matahari
Cahaya adalah sumber energi. Semakin terang cahaya (tapi tidak terlalu panas), fotosintesis makin cepat. Saat mendung atau malam hari, fotosintesis berhenti. Tanaman di tempat teduh biasanya tumbuh lebih lambat.
b. Karbon Dioksida
Karbon dioksida adalah bahan baku utama. Jika udara bersih dan banyak CO₂, fotosintesis lebih cepat. Di dalam rumah kaca (greenhouse), petani kadang menambahkan CO₂ agar tanaman cepat besar.
c. Air
Air sangat penting. Jika tanah kering, tumbuhan layu, stomata menutup, dan fotosintesis terhambat. Itu sebabnya kita harus rajin menyiram.
d. Suhu
Suhu yang pas untuk fotosintesis adalah hangat (sekitar 20–35°C). Terlalu dingin atau terlalu panas, enzim di daun tidak bisa bekerja. Di musim dingin, pohon menggugurkan daun dan berhenti berfotosintesis.
e. Klorofil
Daun yang tidak hijau (seperti pucuk merah atau daun hias berwarna kuning) tetap berfotosintesis, tapi lebih lambat karena klorofilnya tersembunyi oleh warna lain.
Cara Membuktikan Fotosintesis
Kamu bisa mencoba percobaan mudah ini bersama guru atau orang tua.
Melihat Oksigen dari Tanaman Air

-
Siapkan gelas bening berisi air bersih, masukkan tanaman air (misal Hydrilla).
-
Letakkan di bawah sinar matahari langsung.
-
Amati beberapa menit kemudian. Akan muncul gelembung-gelembung kecil dari daun. Itu adalah oksigen!
Menutup Daun dengan Aluminium Foil

-
Tutup sebagian daun dengan aluminium foil atau kertas karton hitam selama 2–3 hari saat tanaman masih di bawah sinar matahari.
-
Petik daun itu, lalu rendam di alkohol panas untuk menghilangkan klorofil (awasi guru).
-
Tetesi dengan larutan yodium. Bagian yang tidak ditutup akan berwarna biru-ungu (ada pati hasil fotosintesis), bagian yang ditutup pucat karena tidak berfotosintesis.
Ini membuktikan bahwa cahaya sangat diperlukan.
FAQ
Q: Apakah tumbuhan bernapas?
A: Ya, tumbuhan bernapas (respirasi) seperti kita, tapi mereka melakukannya siang dan malam. Siang hari, fotosintesis menghasilkan oksigen lebih banyak daripada yang dipakai bernapas, jadi tumbuhan melepas oksigen. Malam hari, fotosintesis berhenti, tumbuhan hanya bernapas (mengambil oksigen, melepas CO₂), makanya tidak baik tidur di bawah pohon malam hari.
Q: Kenapa daun berwarna hijau?
A: Karena mengandung klorofil. Klorofil menyerap cahaya merah dan biru, tetapi memantulkan cahaya hijau. Jadi kita melihatnya hijau.
Q: Apakah kaktus bisa berfotosintesis?
A: Bisa. Daun kaktus berubah menjadi duri untuk mengurangi penguapan air, tetapi batangnya yang hijau mengandung klorofil dan melakukan fotosintesis.
Q: Kenapa daun gugur di musim kemarau atau dingin?
A: Untuk menghemat air dan energi. Saat suhu ekstrem, fotosintesis melambat, pohon menggugurkan daun agar tidak banyak air menguap.
Penutup
Fotosintesis adalah proses ajaib yang menunjukkan betapa hebatnya alam. Dengan bahan sesederhana air, udara, dan sinar matahari, tumbuhan bisa menghasilkan makanan untuk diri sendiri sekaligus oksigen untuk seluruh makhluk hidup. Sekarang, setiap kali kamu melihat daun hijau di taman atau pohon di jalan, ingatlah bahwa sedang terjadi “memasak” yang sangat penting. Rawatlah tumbuhan di sekitarmu, karena mereka adalah pabrik oksigen terbaik di Bumi!