Pembuat soal Tes Kemampuan Akademik (TKA), Imam Santoso, mengingatkan kepada para siswa jika tidak ada nilai minus apabila salah menjawab. Jadi, isi saja jawaban semua soalnya. Hal tersebut disampaikan saat Talk Show TKA Final Sprint: Smart Drilling and Preparing Physical Stamina to Achieve Peak Scores pada Indonesia International Book Fair 2026 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Pesan ini menjadi salah satu kunci penting yang harus dipahami oleh seluruh peserta TKA 2026, terutama mereka yang ingin meraih nilai optimal. Banyak siswa masih ragu menjawab karena takut salah, padahal dalam TKA tidak ada sistem pengurangan nilai untuk jawaban yang keliru.
“Sebaiknya pada saat kalian menemukan tes semacam itu ya isi aja,” ungkap Imam. Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Dalam sistem penilaian TKA, jawaban yang tidak diisi akan diberi kode 9, sementara jawaban yang salah akan diberi kode 0. Selain itu, jawaban yang benar tidak mutlak diberi kode 1 dan isian benar mutlak diberi kode 2. “Nah, kode itu bisa jadi dibuat menjadi menjadi sebuah skor atau nilai,” ujar Ketua MGMP Matematika DKI Jakarta itu. “Jadi sekali lagi untuk pilihan ganda biasa sebaiknya diisi,” imbuhnya.
Dengan kata lain, mengosongkan jawaban tidak memberikan keuntungan apa pun. Justru sebaliknya, peluang untuk mendapatkan poin menjadi hilang. Siswa yang menjawab semua soal, meskipun ada yang salah, tetap memiliki kesempatan memperoleh skor dari soal-soal yang benar. Sementara siswa yang membiarkan jawaban kosong memastikan dirinya tidak mendapatkan poin sama sekali dari soal tersebut. Prinsip ini sederhana: lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali.
Memahami Kode Penilaian TKA
Dalam paparannya, Imam menjelaskan bahwa sistem penilaian TKA menggunakan kode tertentu. Jawaban kosong diberi kode 9, jawaban salah diberi kode 0, jawaban benar diberi kode 1, dan isian benar mutlak diberi kode 2. Kode-kode ini kemudian diolah menjadi skor atau nilai akhir. Artinya, tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah. Kesalahan tidak dihukum dengan nilai minus. Oleh karena itu, strategi “isi semua” menjadi sangat rasional.
Banyak siswa yang terjebak pada kebiasaan ujian konvensional. Pada beberapa tes, jawaban salah memang tidak mengurangi nilai, tetapi pada tes lain ada sistem penalti. TKA memiliki karakter yang berbeda. Peserta perlu memahami aturan main ini sejak awal agar tidak ragu-ragu. Jika menemukan soal yang sulit, jangan biarkan kosong. Pilih jawaban yang paling mendekati atau paling logis. Jika memungkinkan, lakukan eliminasi pilihan yang jelas salah, lalu pilih di antara opsi yang tersisa.
Tiga Bentuk Soal TKA
Imam juga menegaskan bahwa TKA berbeda dengan asesmen lain seperti Asesmen Nasional atau Ujian Nasional. “Pada saat tes kalian harus ketahui bahwa untuk TK ini berbeda dengan ujian nasional sebelumnya atau tes standar sebelumnya. Bahwa TKA kali ini ada 3 macam bentuk soal, yang pertama ada pilihan ganda biasa, yang kedua adalah pilihan ganda kompleks dalam hal ini benarnya lebih dari satu, yang ketiga adalah benar salah atau yang tidak sesuai tidak sesuai. Itu yang disebut dengan pilihan ganda kategori,” ujarnya.
Pertama, pilihan ganda biasa. Pada tipe ini, hanya ada satu jawaban benar. Siswa memilih satu opsi yang paling tepat. Tipe ini relatif familiar bagi peserta. Meskipun demikian, tetap diperlukan ketelitian dalam membaca soal dan pilihan jawaban.
Kedua, pilihan ganda kompleks. Pada tipe ini, jawaban benar bisa lebih dari satu. Imam mencontohkan jika ada lima pernyataan, maka maksimal ada empat jawaban yang benar. “Maka minimal dua [jawaban] jangan sampai cuman satu. Nah kemarin itu kebanyakan satu yang jawab dan itu strateginya,” ujarnya. Ini menjadi catatan penting. Banyak siswa tahun sebelumnya tidak memahami bahwa soal model ini memungkinkan jawaban benar lebih dari satu. Akibatnya, mereka hanya memilih satu jawaban dan kehilangan poin dari jawaban benar lainnya.
Ketiga, benar-salah atau pilihan ganda kategori. Pada tipe ini, siswa diminta menilai apakah suatu pernyataan benar atau salah, atau apakah sesuai atau tidak sesuai. Tipe soal ini menguji pemahaman konsep dan kemampuan menganalisis informasi. Siswa perlu membaca setiap pernyataan dengan cermat dan tidak terburu-buru.
Strategi Menjawab Pilihan Ganda
Pilihan ganda kompleks sering menjadi jebakan bagi siswa yang tidak terbiasa. Mereka cenderung memilih satu jawaban karena menganggap soal pilihan ganda selalu memiliki satu jawaban benar. Padahal, pada tipe ini, jawaban benar bisa dua, tiga, atau bahkan empat. Imam menyarankan agar siswa memberikan jawaban minimal dua. “Minimal dua [jawaban] jangan sampai cuman satu,” tegasnya.
Strategi yang dapat dilakukan adalah membaca semua pernyataan dengan teliti. Tandai pernyataan yang menurut Anda benar. Jika ragu, gunakan logika dan pengetahuan yang Anda miliki. Jangan takut memilih lebih dari satu jawaban jika memang ada beberapa pernyataan yang benar. Ingat, tidak ada nilai minus. Jadi, peluang mendapatkan poin lebih besar jika Anda menjawab semua pernyataan yang dianggap benar.
Namun, perlu diingat bahwa memilih semua pernyataan sebagai benar juga bukan strategi yang tepat. Jika ada pernyataan yang jelas salah, jangan dipilih. Gunakan penalaran. Soal pilihan ganda kompleks biasanya dirancang untuk menguji pemahaman yang lebih dalam, bukan sekadar hafalan. Oleh karena itu, pemahaman konsep menjadi kunci.
Pentingnya Memahami Kisi-Kisi
Imam menekankan siswa yang ingin meraih nilai tertinggi wajib memahami kerangka atau kisi-kisi yang telah diberikan oleh pemerintah. Namun, ia menyadari jika mempelajari semua materi TKA adalah hal yang mustahil. “Kalau misalkan belajarnya semuanya itu enggak mungkin. Karena di dalam TK itu tes yang diujikan itu memang khusus untuk persiapan mereka masuk ke perguruan tinggi,” ungkap Imam.
Kisi-kisi menjadi peta jalan bagi siswa. Dengan memahami kisi-kisi, siswa dapat memfokuskan belajar pada materi-materi yang relevan. Mereka tidak perlu mempelajari semua hal dari awal. Cukup fokus pada topik-topik yang tercantum dalam kisi-kisi. Ini akan menghemat waktu dan tenaga, terutama menjelang hari-H.
Selain itu, siswa juga perlu berlatih soal-soal TKA dari tahun sebelumnya atau soal-soal simulasi. Latihan akan membantu siswa mengenali pola soal, mengasah kecepatan, dan meningkatkan kepercayaan diri. Jangan lupa untuk mengevaluasi kesalahan dan mempelajari kembali materi yang belum dikuasai.
TKA sebagai Validator Nilai Rapor SNBP
TKA 2026 akan digunakan sebagai validator nilai rapor Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kebijakan ini sempat tertunda pada TKA 2025. “Kenapa tahun kemarin belum? Karena banyak masyarakat yang memprotes kondisi atau persiapan TKA. Tapi untuk tahun ini pasti dipakai,” tegas Imam. Artinya, hasil TKA akan menjadi pertimbangan penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Bagi siswa, ini berarti TKA bukan sekadar ujian biasa. Hasilnya dapat memengaruhi peluang masuk PTN impian. Oleh karena itu, persiapan matang menjadi semakin krusial. Siswa perlu memastikan nilai rapor tetap baik, sekaligus meraih skor TKA yang optimal. Kombinasi keduanya akan memperkuat posisi dalam seleksi SNBP.
Jadwal TKA 2026 yang Perlu Dicatat
Berdasarkan informasi yang beredar, TKA 2026 jenjang SMA/SMK/sederajat akan dilaksanakan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sebelumnya, pendaftaran telah ditutup pada 27 September 2026. Simulasi TKA berlangsung pada 21–27 September 2026, sedangkan gladi bersih dijadwalkan pada 5–18 Oktober 2026. Pelaksanaan susulan akan digelar pada 16–29 November 2026, dan pengumuman hasil pada 23 Desember 2026. Jadwal ini penting untuk dicatat agar siswa tidak melewatkan tahapan penting.
Gladi bersih wajib diikuti. Tahap ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mencoba aplikasi TKA, memahami alur login, memasukkan token, mengerjakan soal, hingga mengirim jawaban. Meskipun tidak dinilai, gladi bersih sangat membantu mengurangi kecemasan dan kesalahan teknis pada hari ujian.
Tips Menghadapi TKA
Berikut beberapa tips yang dapat membantu siswa meraih nilai terbaik dalam TKA 2026:
-
Pahami aturan penilaian. Tidak ada nilai minus. Isi semua jawaban. Jangan biarkan ada soal yang kosong.
-
Kenali tiga bentuk soal. Pilihan ganda biasa, pilihan ganda kompleks, dan benar-salah. Setiap tipe memiliki strategi berbeda.
-
Fokus pada kisi-kisi. Pelajari materi yang tercantum dalam kisi-kisi. Jangan buang waktu pada hal yang tidak relevan.
-
Latihan soal secara rutin. Semakin sering berlatih, semakin terbiasa dengan pola dan tipe soal.
-
Kelola waktu dengan baik. Jangan terlalu lama pada satu soal. Jika sulit, lewati dulu, kerjakan soal lain, lalu kembali jika ada waktu.
-
Jaga kondisi fisik dan mental. Istirahat cukup, makan bergizi, dan hindari stres berlebihan.
-
Ikuti gladi bersih dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan untuk mencoba aplikasi dan memahami prosedur.
-
Siapkan perlengkapan. Pastikan membawa kartu peserta, alat tulis, dan perlengkapan lain yang diperlukan.
-
Datang lebih awal. Jangan sampai terlambat pada hari ujian.
-
Tetap tenang dan percaya diri. Baca soal dengan cermat, pikirkan dengan jernih, dan jawab dengan yakin.
Ketika menemukan soal yang sulit, jangan panik. Imam menyarankan siswa untuk memberikan jawaban yang kira-kira mendekati. “Analisa dari kepala pusat kepala pusat asesmen itu mengatakan bahwa anak-anak itu tahun kemarin itu tidak mengerti bahwa soal itu adalah soal model benar jawaban lebih dari satu,” ujarnya. Jadi, jika Anda merasa kesulitan, coba analisis pilihan jawaban. Eliminasi yang jelas salah. Pilih jawaban yang paling masuk akal. Jika soal pilihan ganda kompleks, pilih minimal dua jawaban yang menurut Anda benar.
Jangan terjebak pada satu soal terlalu lama. Ingat, masih banyak soal lain yang harus dikerjakan. Manajemen waktu adalah kunci. Jika waktu hampir habis, pastikan semua soal sudah terisi. Jangan sampai ada yang kosong.
Peran Guru dan Sekolah
Guru dan sekolah memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA. Mereka dapat memberikan bimbingan, latihan soal, dan simulasi. Guru juga perlu memastikan siswa memahami aturan penilaian dan tipe soal. Sosialisasi tentang TKA harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua.
Sekolah juga perlu memastikan infrastruktur siap. Komputer, jaringan internet, listrik, dan aplikasi harus berfungsi dengan baik. Gladi bersih menjadi momen untuk mengecek semua kesiapan tersebut. Jika ada kendala, segera diperbaiki sebelum hari-H.
Orang tua dapat memberikan dukungan moral dan material. Pastikan anak cukup istirahat, makan bergizi, dan tidak terbebani tekanan berlebihan. Ciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Berikan semangat dan doa. Hindari membanding-bandingkan anak dengan orang lain. Setiap anak memiliki kemampuan dan ritme belajar masing-masing.
Kesimpulan
TKA 2026 adalah ujian penting yang akan menjadi validator nilai rapor SNBP. Pembuat soal TKA, Imam Santoso, menegaskan tidak ada nilai minus untuk jawaban salah. Oleh karena itu, siswa sebaiknya mengisi semua jawaban. Ada tiga bentuk soal: pilihan ganda biasa, pilihan ganda kompleks, dan benar-salah. Pilihan ganda kompleks memungkinkan jawaban benar lebih dari satu, minimal dua. Siswa wajib memahami kisi-kisi dan berlatih soal. Jadwal TKA, gladi bersih, dan pengumuman hasil harus dicatat. Dengan persiapan matang, siswa dapat meraih nilai terbaik dan membuka pintu menuju perguruan tinggi impian. Ingat, tidak ada nilai minus. Isi semua jawaban. Semoga sukses!
FAQ
1. Apakah ada nilai minus jika salah menjawab TKA?
Tidak. Pembuat soal TKA, Imam Santoso, menegaskan tidak ada nilai minus. Jawaban salah diberi kode 0, bukan pengurangan.
2. Apa yang terjadi jika jawaban tidak diisi?
Jawaban yang tidak diisi akan diberi kode 9. Tidak ada poin yang diperoleh.
3. Apa saja kode penilaian dalam TKA?
Jawaban kosong kode 9, salah kode 0, benar kode 1, dan isian benar mutlak kode 2.
4. Mengapa siswa sebaiknya mengisi semua jawaban?
Karena tidak ada nilai minus, mengisi semua jawaban memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan poin.
5. Ada berapa bentuk soal TKA?
Ada tiga: pilihan ganda biasa, pilihan ganda kompleks, dan benar-salah (pilihan ganda kategori).
6. Apa itu pilihan ganda kompleks?
Soal dengan jawaban benar lebih dari satu. Jika ada lima pernyataan, maksimal empat jawaban benar. Minimal pilih dua.
7. Bagaimana strategi menjawab pilihan ganda kompleks?
Baca semua pernyataan, tandai yang benar, dan pilih minimal dua. Jangan hanya memilih satu jawaban.
8. Apakah TKA sama dengan Ujian Nasional?
Tidak. TKA berbeda dengan UN atau Asesmen Nasional. TKA memiliki tiga bentuk soal dan digunakan sebagai validator SNBP.
9. Apa fungsi TKA 2026?
TKA 2026 digunakan sebagai validator nilai rapor SNBP. Kebijakan ini sempat tertunda pada 2025, tetapi dipakai pada 2026.
10. Kapan TKA 2026 dilaksanakan?
26 Oktober – 8 November 2026. Susulan 16–29 November 2026. Pengumuman hasil 23 Desember 2026.