Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) segera membuka pendaftaran program Beasiswa Riset Baznas 2026. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa, peneliti, hingga akademisi untuk mengembangkan penelitian dan publikasi ilmiah. Kabar ini menjadi angin segar bagi dunia riset Indonesia, terutama di tengah keterbatasan pendanaan yang sering menjadi kendala utama bagi para peneliti muda dan mahasiswa tingkat akhir.
Beasiswa Riset Baznas mencakup bantuan dana riset tugas akhir, pembiayaan penelitian kelompok, hingga biaya publikasi artikel ilmiah atau article processing charge (APC). Bantuan diberikan melalui sejumlah kategori dengan nominal berbeda. Mulai dari Rp1 juta untuk publikasi jurnal Sinta 3 hingga maksimal Rp30 juta untuk kategori lembaga atau kelompok riset. Mahasiswa jenjang S1/D4, S2, dan S3 berkesempatan memperoleh bantuan untuk menyelesaikan tugas akhir, masing-masing sebesar Rp4 juta, Rp7 juta, dan Rp10 juta.
Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga mentoring, coaching, dan pembinaan dari Baznas RI. Penerima beasiswa juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan yang selaras dengan tema prioritas Baznas, khususnya di bidang zakat, wakaf, dan pemberdayaan masyarakat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Beasiswa Riset Baznas 2026, mulai dari kategori dan nominal bantuan, syarat umum, syarat khusus, dokumen yang diperlukan, tips sukses, hingga FAQ yang sering diajukan. Simak dengan saksama.
Sekilas Tentang Beasiswa Riset Baznas
Baznas adalah lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Indonesia. Selain menjalankan fungsi pengumpulan dan penyaluran zakat, Baznas juga aktif dalam program pengembangan sumber daya manusia, salah satunya melalui Beasiswa Riset Baznas.
Beasiswa Riset Baznas dirancang untuk mendukung penelitian dan publikasi ilmiah yang relevan dengan tema-tema prioritas Baznas. Program ini terbuka bagi mahasiswa S1/D4, S2, S3, lembaga atau kelompok riset, serta penulis artikel ilmiah yang akan diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi (Sinta) maupun jurnal internasional bereputasi. Melalui beasiswa ini, Baznas berharap dapat mendorong lahirnya penelitian-penelitian berkualitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan zakat dan wakaf.
Selain bantuan dana, penerima beasiswa akan mendapatkan pendampingan berupa mentoring, coaching, dan pembinaan. Mereka juga diwajibkan menandatangani akad penerima manfaat serta mencantumkan pengakuan (acknowledgement) kepada Baznas RI pada hasil riset atau artikel yang diterbitkan. Ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas program.
Kategori Beasiswa Riset Baznas 2026
Beasiswa Riset Baznas 2026 menawarkan sembilan kategori dengan kuota dan nominal bantuan yang berbeda. Berikut rinciannya:
1. Mahasiswa S1/D4
-
Kuota: 70 penerima
-
Bantuan: Rp4 juta
-
Peruntukan: Bantuan dana riset tugas akhir.
2. Mahasiswa S2
-
Kuota: 50 penerima
-
Bantuan: Rp7 juta
-
Peruntukan: Bantuan dana riset tesis.
3. Mahasiswa S3
-
Kuota: 50 penerima
-
Bantuan: Rp10 juta
-
Peruntukan: Bantuan dana riset disertasi.
4. Lembaga/Kelompok Riset
-
Kuota: 50 penerima
-
Bantuan: Maksimal Rp30 juta
-
Peruntukan: Pembiayaan penelitian kelompok yang terdiri atas 2–5 orang.
5. Publikasi Jurnal Sinta 3
-
Kuota: 10 penerima
-
Bantuan: Maksimal Rp1 juta
-
Peruntukan: Biaya publikasi artikel ilmiah (APC) di jurnal Sinta 3.
6. Publikasi Jurnal Sinta 2
-
Kuota: 19 penerima
-
Bantuan: Maksimal Rp3 juta
-
Peruntukan: Biaya publikasi artikel ilmiah di jurnal Sinta 2.
7. Publikasi Jurnal Sinta 1
-
Kuota: 29 penerima
-
Bantuan: Maksimal Rp5 juta
-
Peruntukan: Biaya publikasi artikel ilmiah di jurnal Sinta 1.
8. Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi
-
Kuota: 40 penerima
-
Bantuan: Maksimal Rp12,5 juta
-
Peruntukan: Biaya publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
9. Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf
-
Kuota: 150 penerima
-
Bantuan: Rp4 juta
-
Peruntukan: Khusus mahasiswa program studi Manajemen Zakat dan Wakaf.
Dengan total kuota mencapai ratusan penerima, peluang untuk mendapatkan beasiswa ini cukup besar, asalkan calon pendaftar memenuhi persyaratan dan menyusun proposal yang berkualitas.
Persyaratan Umum Beasiswa Riset Baznas 2026
Sebelum mendaftar, calon penerima perlu memenuhi sejumlah persyaratan umum berikut:
-
Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki KTP masih berlaku.
-
Penelitian atau artikel diutamakan sesuai dengan tema prioritas Baznas. Penelitian di luar tema prioritas tetap diperkenankan, tetapi penelitian yang sesuai tema prioritas memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi dan memperoleh pendanaan.
-
Tidak menerima pendanaan ganda untuk objek pembiayaan yang sama.
-
Memiliki hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25%, di luar daftar pustaka.
-
Bersedia menandatangani akad penerima manfaat serta mengikuti mentoring, coaching, dan pembinaan Baznas RI.
-
Bersedia mencantumkan pengakuan atau acknowledgement kepada Baznas RI pada hasil riset atau artikel yang diterbitkan.
-
Setiap orang hanya diperbolehkan mendaftar pada satu kategori dan mengajukan satu usulan.
Persyaratan umum ini bersifat mutlak. Perhatikan terutama batas plagiarisme 25% dan ketentuan satu kategori per pendaftar. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat menyebabkan diskualifikasi.
Persyaratan Khusus per Kategori
Setiap kategori memiliki persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Berikut rinciannya.
A. Bantuan Dana Riset D4–S3
Persyaratan khusus:
-
Program studi minimal terakreditasi A/Unggul dan perguruan tinggi minimal B/Baik Sekali, sesuai ketentuan pedoman.
-
Memiliki IPK terakhir minimal 3,35 dari skala 4,00.
-
Proposal riset telah disetujui dan ditandatangani dosen pembimbing.
-
Memiliki surat rekomendasi dari pejabat perguruan tinggi atau dosen pembimbing.
Dokumen yang perlu disiapkan:
-
Formulir pendaftaran atau biodata diri.
-
KTP dan kartu keluarga.
-
Kartu tanda mahasiswa (KTM).
-
Transkrip nilai atau IPK terakhir.
-
Surat keterangan aktif kuliah atau kartu rencana studi (KRS).
-
Sertifikat akreditasi program studi dan perguruan tinggi.
-
Surat rekomendasi.
-
Surat pernyataan bermeterai Rp10.000.
-
Proposal riset beserta lembar pengesahan.
-
Bahan presentasi riset dalam format PPT.
-
Hasil tes plagiarisme maksimal 25%.
-
CV dan portofolio bagi riset bidang desain, ilustrasi digital, dan perfilman.
B. Pembiayaan Penelitian Lembaga atau Kelompok Riset
Persyaratan khusus:
-
Kategori lembaga atau kelompok riset diperuntukkan bagi tim yang terdiri atas 2–5 orang dengan satu ketua tim.
-
Para anggota harus merupakan akademisi dan/atau praktisi aktif.
-
Lembaga riset wajib memiliki akta atau surat keputusan (SK) pengesahan dari instansi berwenang.
-
Kelompok riset harus memiliki izin tertulis dari HRD dan/atau pimpinan unit kerja.
-
Seluruh anggota tim harus berstatus WNI dan tidak sedang mendaftar pada kategori lain dalam program yang sama.
-
Tim perlu menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) riset sesuai pagu bantuan maksimal Rp30 juta.
-
Bersedia melaksanakan penelitian berdasarkan tema yang ditetapkan Baznas RI.
Dokumen yang diperlukan:
-
Formulir pendaftaran atau data diri ketua dan anggota.
-
CV seluruh anggota tim.
-
KTP seluruh anggota tim.
-
Kartu tanda kepegawaian atau ID Card seluruh anggota.
-
Akta atau SK pengesahan bagi lembaga/instansi.
-
RAB riset.
-
Surat rekomendasi tokoh atau pimpinan instansi.
-
Surat keterangan dan rekomendasi HRD atau pimpinan unit kerja bagi kelompok riset.
-
Surat pernyataan bermeterai Rp10.000.
-
Draf proposal riset.
-
Bahan presentasi riset dalam format PPT atau video.
-
Hasil tes plagiarisme maksimal 25%.
C. Bantuan Biaya Publikasi Ilmiah (APC)
Baznas juga menyediakan bantuan biaya publikasi ilmiah atau APC untuk artikel yang akan diterbitkan di jurnal Sinta 3, Sinta 2, Sinta 1, dan jurnal internasional bereputasi.
Persyaratan khusus:
-
Pendaftar harus menjadi penulis pertama atau penulis korespondensi artikel.
-
Artikel wajib telah di-review dan diterima oleh jurnal, dibuktikan dengan Letter of Acceptance (LoA) resmi.
-
Pada saat pendaftaran, artikel tersebut belum boleh diterbitkan dan biaya APC-nya belum dibayarkan.
-
Jurnal yang dituju harus memenuhi ketentuan akreditasi atau indeksasi yang berlaku, bukan jurnal predator, serta tidak dicabut akreditasinya atau berstatus discontinued/delisted.
-
Artikel harus sesuai dengan tema prioritas Baznas dan tidak menerima pendanaan APC ganda.
-
Bantuan diberikan maksimal untuk satu artikel per pendaftar. Nominalnya ditentukan berdasarkan nilai terendah antara plafon klaster jurnal dan tagihan APC dari penerbit.
Dokumen yang harus disiapkan:
-
Formulir pendaftaran atau biodata diri.
-
KTP.
-
Kartu identitas institusi atau surat keterangan aktif.
-
CV penulis.
-
Naskah lengkap artikel versi diterima.
-
Bukti akreditasi atau indeksasi jurnal beserta tautan.
-
LoA resmi dari jurnal.
-
Bukti nominal biaya APC dari penerbit.
-
Hasil tes plagiarisme maksimal 25%.
-
Surat pernyataan bermeterai Rp10.000.
-
Surat rekomendasi pimpinan institusi atau pembimbing/promotor.
Tema Prioritas Baznas
Meskipun tidak disebutkan secara rinci dalam sumber, Baznas biasanya menetapkan tema prioritas yang berkaitan dengan pengelolaan zakat, wakaf, filantropi Islam, pemberdayaan ekonomi umat, pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan sosial. Calon pendaftar disarankan untuk mempelajari tema prioritas yang diumumkan resmi agar proposal riset atau artikel yang diajukan memiliki peluang lebih besar untuk lolos.
Tips Mendapatkan Beasiswa Riset Baznas 2026
Persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini cukup ketat, terutama untuk kategori dengan kuota terbatas. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:
-
Pahami Tema Prioritas. Sesuaikan proposal riset atau artikel dengan tema prioritas Baznas. Penelitian yang relevan memiliki peluang lebih besar untuk didanai.
-
Susun Proposal yang Kuat. Proposal harus memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, dan luaran yang jelas. Pastikan urgensi dan kontribusi penelitian tergambar dengan baik.
-
Jaga Orisinalitas. Pastikan hasil plagiarisme di bawah 25%. Gunakan alat pemeriksa plagiarisme sebelum mengunggah.
-
Lengkapi Dokumen dengan Rapi. Siapkan semua dokumen sesuai ketentuan, beri nama file yang jelas, dan periksa kembali kelengkapannya.
-
Perhatikan Akreditasi. Untuk kategori riset D4–S3, pastikan program studi dan perguruan tinggi memenuhi syarat akreditasi.
-
Siapkan RAB yang Realistis. Untuk kategori kelompok riset, susun RAB yang sesuai pagu dan kebutuhan penelitian.
-
Ikuti Mentoring dan Pembinaan. Jika lolos, manfaatkan kesempatan mentoring untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi.
-
Pantau Informasi Resmi. Jadwal pembukaan pendaftaran akan diumumkan melalui kanal resmi Baznas. Pantau terus agar tidak ketinggalan.
Manfaat Mengikuti Beasiswa Riset Baznas
Mengikuti Beasiswa Riset Baznas memberikan banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat:
-
Dukungan Finansial. Membantu meringankan biaya riset dan publikasi.
-
Pengembangan Kompetensi. Meningkatkan kemampuan meneliti dan menulis ilmiah.
-
Mentoring dan Pembinaan. Mendapatkan bimbingan dari para ahli.
-
Publikasi Ilmiah. Mendorong publikasi di jurnal terakreditasi dan bereputasi.
-
Jaringan. Bertemu dengan peneliti lain dan akademisi dari berbagai institusi.
-
Kontribusi Sosial. Menghasilkan riset yang bermanfaat bagi pengembangan zakat, wakaf, dan kesejahteraan umat.
-
Pengakuan. Mencantumkan acknowledgement kepada Baznas RI pada karya ilmiah.
Penutup
Beasiswa Riset Baznas 2026 adalah peluang emas bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk mengembangkan penelitian dan publikasi ilmiah. Dengan sembilan kategori dan bantuan hingga Rp30 juta, program ini menawarkan dukungan yang signifikan. Pendaftaran akan segera dibuka, sehingga calon pendaftar disarankan mempersiapkan diri sejak dini. Pahami persyaratan, susun proposal yang berkualitas, dan pantau kanal resmi Baznas untuk informasi terbaru. Semoga artikel ini bermanfaat dan sukses selalu!
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa itu Beasiswa Riset Baznas 2026?
Beasiswa Riset Baznas 2026 adalah program bantuan dana dari Baznas untuk mahasiswa, peneliti, dan akademisi guna mendukung penelitian dan publikasi ilmiah.
2. Siapa yang boleh mendaftar?
Mahasiswa S1/D4, S2, S3, lembaga/kelompok riset, serta penulis artikel ilmiah yang memenuhi persyaratan.
3. Berapa nominal bantuan yang tersedia?
Mulai dari Rp1 juta untuk publikasi Sinta 3 hingga maksimal Rp30 juta untuk lembaga/kelompok riset.
4. Berapa kuota penerima?
Total kuota bervariasi per kategori, mulai dari 10 hingga 150 penerima.
5. Kapan pendaftaran dibuka?
Belum ada tanggal pasti. Pantau kanal resmi Baznas RI untuk informasi terbaru.