Memilih jurusan kuliah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup. Sayangnya, tidak semua orang merasa puas dengan pilihan tersebut. Berdasarkan hasil survei ZipRecruiter 2026, ada beberapa jurusan yang paling banyak disesali oleh para mahasiswa ketika sudah lulus kuliah. Survei ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana lulusan baru memandang pendidikan tinggi mereka, serta faktor-faktor yang membuat mereka menyesal. Artikel ini akan membahas daftar lengkap jurusan yang paling banyak disesali, alasan di balik penyesalan tersebut, dan pelajaran yang bisa diambil bagi calon mahasiswa.
Metodologi Survei ZipRecruiter 2026
ZipRecruiter bekerja sama dengan PureSpectrum melakukan survei terhadap sampel yang mewakili populasi nasional. Responden terdiri atas 1.500 lulusan baru angkatan 2025 yang lulus dalam 12 bulan terakhir, dan 1.500 calon lulusan angkatan 2026 yang diperkirakan lulus dalam 6–12 bulan ke depan. Survei dilakukan pada 30 Januari hingga 16 Maret 2026. Seluruh peserta berdomisili di Amerika Serikat dan berusia antara 20 dan 29 tahun. Dengan metodologi ini, hasil survei dianggap cukup representatif untuk menggambarkan tren di kalangan lulusan muda.
Jurusan yang Paling Banyak Disesali
Berikut adalah daftar 20 jurusan kuliah yang paling banyak disesali oleh lulusannya, diurutkan dari persentase tertinggi:
-
Ilmu Politik, Hubungan Internasional, atau Kebijakan Publik: 46,3%
-
Komunikasi, Studi Media, atau Hubungan Masyarakat: 39,2%
-
Studi Interdisipliner atau Studi Umum: 35,0%
-
Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika, Kimia, Ilmu Kebumian): 34,1%
-
Peradilan Pidana atau Penegakan Hukum: 30,8%
-
Sosiologi, Antropologi, atau Pekerjaan Sosial: 30,2%
-
Kesehatan Masyarakat atau Administrasi Kesehatan: 29,8%
-
Ilmu Biologi (Biologi, Neurosains, Genetika): 28,4%
-
Bahasa Inggris, Sastra, atau Jurnalistik: 28,3%
-
Sejarah atau Filsafat: 27,3%
-
Arsitektur atau Perencanaan Kota: 26,7%
-
Perhotelan, Seni Kuliner, atau Pariwisata: 26,7%
-
Psikologi: 22,2%
-
Administrasi Bisnis, Manajemen, atau Pemasaran: 21,7%
-
Matematika atau Statistika: 21,2%
-
Pertanian, Ilmu Lingkungan, atau Sumber Daya Alam: 21,2%
-
Seni Rupa, Seni Pertunjukan, atau Desain: 20,7%
-
Bahasa Asing atau Linguistik: 20,0%
-
Keuangan, Akuntansi, atau Ekonomi: 19,8%
-
Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, atau Sains Data: 19,8%
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa jurusan-jurusan di bidang sosial, humaniora, dan ilmu politik menempati posisi teratas. Sementara jurusan yang lebih teknis dan terapan seperti keuangan, akuntansi, ekonomi, serta ilmu komputer justru memiliki tingkat penyesalan yang lebih rendah. Menarik untuk dicermati bahwa jurusan yang dianggap "bergengsi" atau "prestise" belum tentu memberikan kepuasan jangka panjang bagi lulusannya.
Mengapa Jurusan-Jurusan Ini Disesali?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya tingkat penyesalan pada jurusan-jurusan tertentu. Pertama, prospek karier yang tidak sesuai harapan. Banyak lulusan ilmu politik, hubungan internasional, atau komunikasi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan gelar mereka. Persaingan di bidang ini sangat ketat, sementara lapangan kerja terbatas. Akibatnya, banyak yang akhirnya bekerja di bidang yang tidak berhubungan dengan studi mereka.
Kedua, gaji yang tidak sebanding dengan biaya kuliah. Jurusan-jurusan seperti studi media, seni, atau humaniora sering kali menawarkan gaji awal yang lebih rendah dibandingkan jurusan teknik, keuangan, atau teknologi. Ketika lulusan harus membayar utang pendidikan yang besar, ketidakseimbangan ini menimbulkan penyesalan.
Ketiga, kurangnya keterampilan praktis. Beberapa jurusan dianggap terlalu teoritis dan kurang membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Misalnya, lulusan sejarah atau filsafat mungkin memiliki kemampuan analisis yang kuat, tetapi kurang memiliki keterampilan teknis yang dicari pemberi kerja.
Keempat, ekspektasi yang tidak realistis. Banyak mahasiswa memilih jurusan berdasarkan passion atau tekanan sosial, tanpa mempertimbangkan realitas pasar kerja. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, penyesalan pun muncul.
Kelima, perubahan lanskap industri. Kemajuan teknologi dan otomatisasi telah mengubah banyak industri. Pekerjaan-pekerjaan yang dulu ada kini tergantikan oleh mesin atau AI. Jurusan-jurusan yang tidak beradaptasi dengan perubahan ini cenderung menghasilkan lulusan yang kurang siap menghadapi dunia kerja modern.
Analisis per Jurusan
1. Ilmu Politik, Hubungan Internasional, atau Kebijakan Publik (46,3%)
Jurusan ini menduduki peringkat pertama sebagai jurusan yang paling banyak disesali. Banyak lulusan merasa bahwa gelar mereka sulit menghasilkan pekerjaan yang stabil dan bergaji tinggi. Meskipun ada peluang di pemerintahan, lembaga think tank, atau organisasi internasional, jumlahnya terbatas dan persaingannya sangat ketat. Banyak lulusan akhirnya bekerja di bidang yang tidak terkait, seperti pemasaran atau administrasi.
2. Komunikasi, Studi Media, atau Hubungan Masyarakat (39,2%)
Industri media dan komunikasi terus berubah dengan cepat. Digitalisasi telah mengubah cara orang mengonsumsi informasi, dan banyak pekerjaan tradisional di media cetak atau penyiaran mulai berkurang. Lulusan komunikasi sering kali harus bersaing dengan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk pekerjaan di bidang konten digital, media sosial, atau public relations. Gaji awal yang rendah dan jam kerja yang panjang menjadi sumber penyesalan.
3. Studi Interdisipliner atau Studi Umum (35,0%)
Jurusan ini menawarkan fleksibilitas tetapi sering kali kurang memiliki spesialisasi yang jelas. Lulusan mungkin merasa tidak memiliki keahlian khusus yang dicari pemberi kerja. Mereka harus bekerja lebih keras untuk menjelaskan nilai gelar mereka kepada calon majikan.
4. Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika, Kimia, Ilmu Kebumian) (34,1%)
Meskipun ilmu pengetahuan alam memiliki reputasi akademik yang kuat, banyak lulusan yang merasa bahwa gelar mereka hanya berguna jika melanjutkan ke jenjang pascasarjana atau penelitian. Tanpa gelar lanjutan, prospek kerja di industri terbatas. Banyak yang beralih ke bidang lain seperti teknologi atau keuangan.
5. Peradilan Pidana atau Penegakan Hukum (30,8%)
Lulusan peradilan pidana sering kali berharap dapat bekerja di kepolisian, FBI, atau lembaga penegak hukum lainnya. Namun, persyaratan fisik dan seleksi yang ketat membuat banyak dari mereka tidak diterima. Akhirnya, mereka bekerja di posisi administrasi atau keamanan dengan gaji yang lebih rendah.
6. Sosiologi, Antropologi, atau Pekerjaan Sosial (30,2%)
Jurusan ini mengajarkan pemahaman mendalam tentang masyarakat, tetapi sering kali kurang memberikan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Pekerjaan di bidang pekerjaan sosial membutuhkan lisensi dan sering kali bergaji rendah. Banyak lulusan merasa bahwa mereka tidak mendapatkan imbalan finansial yang sepadan dengan usaha mereka.
7. Kesehatan Masyarakat atau Administrasi Kesehatan (29,8%)
Meskipun sektor kesehatan terus berkembang, banyak lulusan kesehatan masyarakat yang merasa bahwa gelar sarjana mereka tidak cukup untuk posisi yang lebih tinggi. Mereka perlu melanjutkan studi ke jenjang magister atau mendapatkan sertifikasi tambahan. Tanpa itu, mereka sering kali terjebak dalam pekerjaan administratif.
8. Ilmu Biologi (Biologi, Neurosains, Genetika) (28,4%)
Sama seperti ilmu pengetahuan alam lainnya, biologi sering kali membutuhkan gelar lanjutan untuk prospek karier yang lebih baik. Banyak lulusan yang bekerja sebagai asisten laboratorium atau teknisi dengan gaji yang tidak memuaskan.
9. Bahasa Inggris, Sastra, atau Jurnalistik (28,3%)
Industri penerbitan dan jurnalistik sedang mengalami masa sulit. Banyak media tradisional mengurangi staf, sementara media digital menawarkan pekerjaan yang tidak stabil. Lulusan jurusan ini sering kali harus bekerja sebagai penulis lepas atau guru dengan penghasilan tidak tetap.
10. Sejarah atau Filsafat (27,3%)
Jurusan ini sangat teoritis dan sering kali dianggap tidak memiliki keterkaitan langsung dengan dunia kerja. Lulusan sering kali kesulitan menjelaskan nilai gelar mereka kepada pemberi kerja. Banyak yang akhirnya bekerja di bidang pendidikan atau pemerintahan.
11-20. Jurusan Lainnya
Arsitektur, perhotelan, psikologi, administrasi bisnis, matematika, pertanian, seni, bahasa asing, keuangan, dan ilmu komputer juga memiliki tingkat penyesalan yang bervariasi. Menariknya, ilmu komputer dan keuangan memiliki tingkat penyesalan terendah, mungkin karena prospek kerja yang lebih baik dan gaji yang lebih tinggi.
Pelajaran bagi Calon Mahasiswa
Dari survei ini, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil bagi calon mahasiswa yang sedang memilih jurusan:
-
Pertimbangkan prospek karier. Jangan hanya memilih jurusan karena passion. Pertimbangkan juga peluang kerja dan gaji yang ditawarkan.
-
Cari informasi tentang lulusan sebelumnya. Tanyakan kepada alumni tentang pengalaman mereka mencari kerja.
-
Kembangkan keterampilan tambahan. Apapun jurusanmu, pelajari keterampilan praktis seperti komunikasi, analisis data, atau bahasa asing.
-
Jangan takut berganti jalur. Jika kamu merasa salah jurusan, masih ada kesempatan untuk beralih atau mengambil kursus tambahan.
-
Pertimbangkan gelar lanjutan. Untuk jurusan tertentu, gelar magister atau doktor sangat diperlukan untuk prospek yang lebih baik.
-
Ikuti perkembangan industri. Pilih jurusan yang memiliki relevansi dengan tren masa depan, seperti teknologi, kesehatan, atau energi terbarukan.
-
Jangan terpaku pada gengsi. Jurusan yang terdengar keren belum tentu memberikan kepuasan karier.
Kesimpulan
Survei ZipRecruiter 2026 mengungkap bahwa banyak lulusan menyesali pilihan jurusan mereka. Jurusan di bidang sosial, humaniora, dan ilmu politik menempati posisi teratas dalam hal penyesalan, sementara jurusan teknis dan terapan seperti ilmu komputer dan keuangan memiliki tingkat penyesalan yang lebih rendah. Faktor utama penyebab penyesalan adalah prospek karier yang tidak sesuai harapan, gaji rendah, dan kurangnya keterampilan praktis. Bagi calon mahasiswa, penting untuk memilih jurusan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, bukan hanya passion semata. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan penyesalan di kemudian hari dapat diminimalisir.
FAQ
1. Apa itu survei ZipRecruiter 2026?
Survei yang dilakukan ZipRecruiter bersama PureSpectrum terhadap 1.500 lulusan baru angkatan 2025 dan 1.500 calon lulusan angkatan 2026 untuk mengetahui jurusan yang paling banyak disesali.
2. Berapa jumlah responden survei?
Total 3.000 responden, terdiri dari 1.500 lulusan baru dan 1.500 calon lulusan.
3. Kapan survei dilakukan?
30 Januari hingga 16 Maret 2026.
4. Siapa respondennya?
Warga Amerika Serikat berusia 20–29 tahun.
5. Jurusan apa yang paling banyak disesali?
Ilmu Politik, Hubungan Internasional, atau Kebijakan Publik dengan 46,3%.
6. Jurusan apa yang paling sedikit disesali?
Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, atau Sains Data, serta Keuangan, Akuntansi, atau Ekonomi dengan 19,8%.
7. Mengapa jurusan ilmu politik banyak disesali?
Karena sulit mendapatkan pekerjaan yang relevan dan bergaji tinggi, serta persaingan yang ketat.
8. Apakah jurusan komunikasi juga banyak disesali?
Ya, dengan 39,2%. Industri media yang berubah cepat dan gaji rendah menjadi penyebabnya.
9. Apakah jurusan teknik juga termasuk yang disesali?
Tidak ada jurusan teknik murni dalam daftar. Yang ada adalah ilmu komputer dan teknologi informasi dengan penyesalan rendah.
10. Apa penyebab utama penyesalan?
Prospek karier yang tidak sesuai harapan, gaji rendah, kurangnya keterampilan praktis, dan ekspektasi yang tidak realistis.