Pelatihan "School Counseling" dengan University of Cambridge Dibuka untuk Guru SD

Administrator
Pelatihan "School Counseling" dengan University of Cambridge Dibuka untuk Guru SD

Ada kabar baik untuk para guru SD! Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah membuka program peningkatan kompetensi melalui program pelatihan tanpa gelar "Teacher Professional Enhancement in School Counseling for Primary School". Program yang diselenggarakan melalui Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen ini juga bekerja sama dengan University of Cambridge. Kolaborasi internasional ini menandai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru sekolah dasar, khususnya dalam aspek bimbingan dan konseling yang selama ini mungkin belum menjadi perhatian utama.

"Program ini hadir untuk membantu guru SD meningkatkan kompetensi dalam mendukung tumbuh kembang sosial-emosional peserta didik, membangun komunikasi yang empatik, mengenali kebutuhan peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif," tulis Direktorat Guru Dikdas Kemendikdasmen dalam akun resmi. Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang mampu memahami dan merespons kebutuhan emosional dan sosial siswa.

Guru SD yang memenuhi syarat dapat mendaftar dan mengunggah dokumen melalui https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas. Pendaftaran bisa dilakukan hingga 12 Oktober 2026. Jangan lewatkan kesempatan ini karena program ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas.

Mengapa Program Ini Penting?

Masa usia sekolah dasar adalah periode krusial dalam perkembangan anak. Pada fase ini, anak tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial-emosional, membentuk konsep diri, dan belajar berinteraksi dengan teman sebaya serta orang dewasa. Sayangnya, tidak semua anak memiliki lingkungan yang mendukung. Beberapa di antaranya menghadapi tekanan, kecemasan, perundungan, atau masalah keluarga yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan prestasi belajar mereka.

Di sinilah peran guru sebagai konselor sekolah menjadi sangat vital. Guru yang memiliki pemahaman tentang konseling dapat mengenali tanda-tanda awal masalah emosional, memberikan dukungan awal, dan merujuk siswa kepada ahli jika diperlukan. Guru juga dapat menciptakan iklim kelas yang aman, di mana setiap anak merasa diterima dan dihargai. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.

Program pelatihan ini menjawab kebutuhan tersebut. Melalui kerja sama dengan University of Cambridge, peserta akan mendapatkan materi yang berkualitas, berbasis riset, dan relevan dengan konteks pendidikan dasar. University of Cambridge dikenal memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan dan psikologi perkembangan, sehingga kurikulum yang disusun diharapkan mampu memberikan wawasan global bagi guru Indonesia.

Manfaat Mengikuti Pelatihan

Meskipun rincian manfaat tidak disebutkan secara eksplisit dalam pengumuman, program pelatihan tanpa gelar ini biasanya memberikan sejumlah keuntungan bagi peserta. Pertama, peningkatan kompetensi profesional. Guru akan belajar tentang teknik konseling dasar, komunikasi empatik, asesmen kebutuhan siswa, dan strategi menciptakan lingkungan inklusif. Keterampilan ini dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan hubungan guru-siswa.

Kedua, sertifikat internasional. Karena melibatkan University of Cambridge, peserta yang menyelesaikan pelatihan mungkin akan menerima sertifikat yang diakui secara internasional. Sertifikat ini dapat menjadi nilai tambah untuk pengembangan karier, seperti kenaikan pangkat, kesempatan mengikuti program lanjutan, atau menjadi narasumber.

Ketiga, jaringan profesional. Peserta akan bertemu dengan guru-guru SD dari berbagai daerah, bertukar pengalaman, dan membangun komunitas belajar. Jaringan ini bermanfaat untuk berbagi praktik baik dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan pendidikan.

Keempat, pengalaman belajar dengan institusi kelas dunia. Belajar dari University of Cambridge memberikan perspektif baru dan memperluas wawasan tentang praktik pendidikan terbaik di dunia. Guru dapat mengadopsi metode yang terbukti efektif dan menyesuaikannya dengan konteks lokal.

Kelima, dampak langsung pada siswa. Dengan kompetensi baru, guru dapat lebih peka terhadap kebutuhan sosial-emosional siswa, membantu mereka mengatasi masalah, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pada akhirnya, kesejahteraan siswa meningkat, dan prestasi akademik pun terdorong.

Syarat Pendaftaran

Untuk dapat mengikuti program ini, calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan tersebut terbagi menjadi syarat umum dan syarat khusus.

Syarat Umum:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI).

  2. Guru SD.

  3. Usia maksimal 55 tahun per 31 Desember 2026.

  4. Mempunyai nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

  5. Sehat jasmani dan rohani.

Syarat Khusus:

  1. Berstatus ASN atau pendidik tetap yayasan.

  2. Berpengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal.

  3. Mempunyai kualifikasi akademik minimal S1 atau D4 dengan IPK minimal 3,00 dari skala 4,00 atau setara.

  4. Mempunyai kemampuan bahasa Inggris, dibuktikan dengan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Ketentuannya:

Dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris di atas dikecualikan jika calon peserta merupakan lulusan perguruan tinggi di luar negeri, dengan dibuktikan melalui ijazah dan masa lulus tidak lebih dari dua tahun, terhitung dari tanggal mendaftar.

Dokumen Pendaftaran

Calon peserta harus menyiapkan dan mengunggah dokumen-dokumen berikut:

Dokumen Umum:

  1. Formulir pendaftaran.

  2. Scan KTP.

  3. Scan NUPTK.

  4. Surat pernyataan kesanggupan calon peserta penerima program pelatihan teknis (format tersedia di lampiran pendaftaran).

  5. Surat rekomendasi dari atasan (format tersedia di lampiran pendaftaran).

  6. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani.

  7. Esai atau personal statement dalam bahasa Inggris dengan panjang minimal 500 kata, memuat:

    • Motivasi ikut program

    • Urgensi pemahaman topik program dalam pembelajaran

    • Inovasi yang pernah dilakukan

    • Tindak lanjut setelah pelatihan

Dokumen Khusus:

  1. Scan surat keputusan pengangkatan pendidik ASN atau surat keputusan pengangkatan pendidik tetap yayasan.

  2. Scan surat tugas mengajar.

  3. Scan surat aktif bertugas yang diterbitkan pimpinan instansi pendidik bertugas.

  4. Scan ijazah dan transkrip nilai S1/D4 yang sudah dilegalisir.

  5. Scan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal sesuai ketentuan, atau hasil scan ijazah dari perguruan tinggi luar negeri dengan masa lulus tidak lebih dari dua tahun.

Pastikan semua dokumen dipindai dengan jelas dan sesuai format yang diminta. Kelengkapan dokumen akan memengaruhi proses seleksi.

Cara Mendaftar

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas. Ikuti petunjuk yang tersedia, isi formulir dengan data yang benar, unggah dokumen, dan kirim. Batas akhir pendaftaran adalah 12 Oktober 2026. Jangan menunda hingga hari terakhir untuk menghindari kendala teknis.

Tips Mendapatkan Program Ini

Bagi Anda yang berminat, berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  1. Persiapkan dokumen jauh hari. Mulai dari KTP, NUPTK, ijazah, transkrip, sertifikat bahasa Inggris, hingga esai. Pastikan semuanya lengkap dan valid.

  2. Tulis esai yang menarik. Esai adalah kesempatan untuk menunjukkan motivasi, pemahaman, dan komitmen Anda. Tulis dengan jujur, jelas, dan terstruktur.

  3. Minta rekomendasi dari atasan. Rekomendasi yang kuat dapat meningkatkan peluang.

  4. Latih kemampuan bahasa Inggris. Jika belum memiliki sertifikat, segera ambil tes yang diakui. Skor minimal harus terpenuhi.

  5. Pahami topik konseling sekolah. Baca literatur atau ikuti webinar tentang bimbingan konseling untuk memperkaya wawasan.

  6. Perhatikan tenggat waktu. Jangan menunda pendaftaran.

  7. Doa dan restu. Jangan lupa berdoa dan meminta restu orang tua serta keluarga.

Kesimpulan

Pelatihan "Teacher Professional Enhancement in School Counseling for Primary School" yang diselenggarakan Kemendikdasmen bersama LPDP dan University of Cambridge adalah peluang emas bagi guru SD untuk meningkatkan kompetensi di bidang konseling sekolah. Program ini bertujuan membantu guru mendukung tumbuh kembang sosial-emosional siswa, membangun komunikasi empatik, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Pendaftaran dibuka hingga 12 Oktober 2026 melalui https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas. Syaratnya antara lain WNI, guru SD, usia maksimal 55 tahun, memiliki NUPTK, sehat jasmani rohani, berstatus ASN atau pendidik tetap yayasan, pengalaman mengajar minimal 2 tahun, IPK minimal 3,00, dan kemampuan bahasa Inggris dengan skor tertentu. Dokumen yang diperlukan meliputi formulir, KTP, NUPTK, surat pernyataan, rekomendasi, surat sehat, esai 500 kata, SK pengangkatan, surat tugas, surat aktif, ijazah, transkrip, dan sertifikat bahasa Inggris. Jangan lewatkan kesempatan ini. Segera daftar dan tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia!

FAQ

1. Apa itu program "Teacher Professional Enhancement in School Counseling for Primary School"?
Program pelatihan tanpa gelar untuk guru SD yang diselenggarakan Kemendikdasmen bersama LPDP dan University of Cambridge, fokus pada bimbingan dan konseling.

2. Siapa yang boleh mendaftar?
Guru SD WNI, usia maksimal 55 tahun per 31 Desember 2026, memiliki NUPTK, sehat jasmani rohani, berstatus ASN atau pendidik tetap yayasan, pengalaman mengajar minimal 2 tahun, IPK minimal 3,00, dan kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan.

3. Kapan pendaftaran ditutup?
12 Oktober 2026.

4. Bagaimana cara mendaftar?
Melalui https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas dengan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.

5. Apa saja dokumen yang diperlukan?
Formulir pendaftaran, KTP, NUPTK, surat pernyataan, rekomendasi atasan, surat sehat, esai 500 kata bahasa Inggris, SK pengangkatan, surat tugas, surat aktif, ijazah dan transkrip S1/D4, serta sertifikat bahasa Inggris.

6. Apakah ada syarat kemampuan bahasa Inggris?
Ya, skor minimal: TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL IBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, English Score 290, atau Versant Test 47. Dikecualikan jika lulusan luar negeri dengan masa lulus maksimal 2 tahun.

7. Apakah program ini gratis?
Program ini merupakan program pemerintah, sehingga kemungkinan besar gratis. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di laman pendaftaran.

8. Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?
Peningkatan kompetensi, sertifikat internasional, jaringan profesional, pengalaman belajar dengan Cambridge, dan dampak positif bagi siswa.

9. Apakah pelatihan dilakukan secara online atau tatap muka?
Informasi mengenai metode pelatihan akan diumumkan lebih lanjut oleh penyelenggara.

10. Berapa lama durasi pelatihan?
Durasi belum disebutkan secara rinci. Pantau informasi resmi dari Kemendikdasmen.