Kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL atau IELTS kini menjadi syarat wajib di dunia akademik dan profesional. Data dari Educational Testing Service (ETS) dan British Council menunjukkan bahwa pada tahun 2025, lebih dari 3,5 juta orang di seluruh dunia mengikuti TOEFL iBT, sementara IELTS diambil oleh 4 juta peserta—menjadikannya dua tes bahasa Inggris paling diminati.
Di Indonesia, animo juga terus meningkat: menurut laporan IDP Indonesia, jumlah peserta IELTS tumbuh 18% per tahun sejak 2022, didorong oleh kebutuhan beasiswa luar negeri, syarat kelulusan kampus, dan rekrutmen kerja.
Namun, banyak pemula merasa tes ini menakutkan. Survei kecil terhadap 500 pelajar Indonesia oleh platform edukasi Schoters (2025) menemukan bahwa 72% responden baru pertama kali mencoba TOEFL/IELTS dan 60% di antaranya tidak mencapai target skor minimal karena kurangnya persiapan strategis. Artikel ini akan memandu Anda, para pemula, dengan langkah-langkah konkret untuk menaklukkan kedua tes tersebut dan meraih skor tinggi.
Baca Juga
Panduan Memilih Laptop Untuk Mahasiswa Sesuai Jurusan dan Harganya
TOEFL & IELTS, Mana yang Harus Dipilih?
Pemula sering bingung memilih. Berikut perbedaan mendasar:
| Aspek | TOEFL iBT | IELTS Academic |
|---|---|---|
| Lembaga | ETS (AS) | British Council, IDP, Cambridge |
| Format | Seluruhnya daring (komputer) | Daring atau kertas, tergantung pilihan |
| Speaking | Rekaman via komputer | Wawancara tatap muka dengan penguji |
| Skor | 0–120 (setiap bagian 30) | 0–9 (rata-rata keempat bagian) |
| Aksen | Didominasi aksen Amerika | Campuran aksen Inggris, Australia, Amerika |
| Durasi | ±2 jam (setelah pembaruan 2023) | ±2 jam 45 menit |
Kapan pilih TOEFL? Jika Anda lebih nyaman dengan komputer, mendengarkan aksen Amerika, atau mendaftar ke universitas di AS dan Kanada.
Kapan pilih IELTS? Jika Anda lebih suka tes tulis atau wawancara langsung, mendaftar ke universitas di Inggris, Australia, atau Selandia Baru, serta untuk tujuan imigrasi.
Setelah memilih, fokuslah pada satu jenis tes. Jangan belajar keduanya sekaligus karena formatnya berbeda.
Bangun Fondasi Bahasa Inggris
Pemula sebaiknya tidak langsung terjun ke soal-soal tes. Perkuat dulu dasar-dasarnya:
a. Vocabulary
-
Targetkan menghafal 20–30 kata baru per hari dengan flashcards. Gunakan aplikasi seperti Anki atau Quizlet. Untuk TOEFL/IELTS, fokus pada Academic Word List (AWL) yang berisi 570 kata kunci sering muncul.
-
Pelajari sinonim dan antonim, karena soal reading sering memparafrase.
b. Grammar
Tata bahasa penting, terutama di writing dan speaking. Topik yang wajib dikuasai:
-
Tenses (past, present, future, perfect)
-
Passive voice
-
Conditional sentences
-
Relative clauses
-
Subject-verb agreement
Sumber gratis: Grammarly Blog, BBC Learning English, atau buku "English Grammar in Use" (Raymond Murphy).
c. Pronunciation dan Listening
-
Dengarkan podcast berbahasa Inggris setiap hari. Untuk TOEFL, biasakan dengan aksen Amerika dari VOA Learning English atau TED Talks. Untuk IELTS, dengarkan BBC Podcasts, ABC Radio Australia, atau The English We Speak.
-
Latihan shadowing: tiru pengucapan dan intonasi pembicara.
Kuasai Format dan Strategi Tiap Bagian
Setiap bagian memiliki trik tersendiri. Berikut strategi ringkas:
a. Listening

-
TOEFL: Dengarkan rekaman, lalu jawab pertanyaan. Biasakan mencatat sambil mendengar. Fokus pada kata kunci, ide utama, dan sikap pembicara.
-
IELTS: Dengarkan percakapan sehari-hari dan monolog akademik. Waspadai "distractors"—informasi yang direvisi kemudian. Bacalah pertanyaan sebelum audio dimulai.
b. Reading

-
Latihan membaca cepat (skimming) untuk ide pokok dan scanning untuk detail. Untuk TOEFL, kuasai tipe soal: inference, vocabulary in context, dan summary. Untuk IELTS, perhatikan tipe True/False/Not Given yang sering menjebak.
-
Baca artikel ilmiah populer dari National Geographic, Scientific American, atau The Conversation untuk memperkaya wawasan.
c. Writing

-
TOEFL: Ada dua tugas—Integrated Writing (membandingkan teks dan audio) dan Independent Writing (esai opini). Buat template esai sederhana: pendahuluan, 2–3 paragraf isi dengan contoh, kesimpulan.
-
IELTS: Task 1 (deskripsi grafik/proses) dan Task 2 (esai argumentatif). Latihan mendeskripsikan data dengan variasi bahasa: "increase sharply", "remain stable", dll.
-
Gunakan Linguix atau Grammarly untuk cek grammar saat latihan menulis.
d. Speaking

-
TOEFL: Rekam jawaban Anda dan dengarkan ulang. Biasakan berbicara dengan timer—setiap respon hanya 45–60 detik. Jangan monoton; gunakan intonasi.
-
IELTS: Latihan berbicara dengan teman atau guru. Untuk part 2 (monolog 2 menit), gunakan teknik "PPF" (Past, Present, Future)—ceritakan pengalaman lampau, gambarkan sekarang, dan rencana ke depan.
-
Rekam suara Anda, evaluasi kelancaran dan pengucapan.
Baca Juga
Cara Mencari Jurnal Sinta dan Scopus di Google Scholar Sesuai Judul
Sumber Belajar Gratis dan Berkualitas
Pemula bisa belajar tanpa biaya mahal. Berikut rekomendasinya:
-
TOEFL:
-
TOEFL Go! Official App (ETS) – berisi contoh soal dan tes mini.
-
TestGlider (versi gratis) – simulasi TOEFL dengan skor otomatis.
-
Magoosh TOEFL Blog – video dan artikel strategi.
-
-
IELTS:
-
IELTS Prep App (British Council) – latihan listening, quiz grammar.
-
Road to IELTS (British Council) – akses gratis jika mendaftar lewat mereka.
-
-
Keduanya:
-
Channel YouTube: E2Language, English with Lucy, IELTS Advantage.
-
Website: EngVid.com, IELTS-simon.com.
-
Tips Menuju Tes TOEFL/IELTS
-
Simulasi tes penuh minimal 2–3 kali. Biasakan dengan durasi sebenarnya dan jangan berhenti di tengah jalan.
-
Analisis kesalahan: Setelah simulasi, catat jenis soal yang sering salah. Fokus perbaiki di area itu.
-
Atur ritme tidur seminggu sebelum tes. Kelelahan adalah musuh konsentrasi.
-
Siapkan dokumen: KTP/paspor, kartu peserta, dan alat tulis (untuk IELTS kertas).
-
Datang lebih awal untuk menghindari stres.
Menurut laporan ETS 2025, rata-rata skor TOEFL iBT global adalah 83 dari 120. Sementara itu, rata-rata skor IELTS Academic global adalah 6.0 (data British Council 2025). Untuk bisa lolos beasiswa LPDP, umumnya dibutuhkan minimal TOEFL 90 atau IELTS 6.5. Untuk universitas top dunia, standar lebih tinggi: Harvard mensyaratkan TOEFL minimal 100.
Dengan persiapan 3–6 bulan, pemula bisa menembus skor di atas rata-rata global. Kuncinya adalah disiplin dan strategi yang tepat.
Baca Juga:
Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Gratis Untuk Pemula yang Mulai Dari Nol
Penutup
Lulus TOEFL atau IELTS dengan skor tinggi bukan mimpi. Mulailah dengan memilih tes yang sesuai, perkuat fondasi bahasa, kuasai trik setiap bagian, dan manfaatkan sumber gratis. Ingat, ribuan pemula telah berhasil, dan Anda pun bisa. Semakin dini Anda memulai, semakin besar peluang meraih target skor.
FAQ
1. Berapa lama waktu belajar ideal untuk pemula?
3–6 bulan dengan intensitas 1–2 jam per hari. Jika target skor tinggi (>100 TOEFL atau >7.0 IELTS), bisa lebih lama.
2. Apakah bisa belajar sendiri tanpa kursus?
Bisa. Banyak sumber gratis berkualitas. Yang penting adalah disiplin, latihan rutin, dan evaluasi.
3. Apakah TOEFL dan IELTS punya masa berlaku?
Ya, keduanya berlaku 2 tahun sejak tanggal tes. Setelah itu, Anda harus mengulang.
4. Mana yang lebih mudah bagi pemula?
Tergantung preferensi. Banyak yang menganggap TOEFL lebih teknis, IELTS lebih natural. Cobalah simulasi singkat keduanya untuk merasakan perbedaan.
5. Bagaimana mengatasi gugup saat speaking?
Latihan rekam diri sendiri, lalu dengarkan. Lakukan mock interview dengan teman. Ingat, penguji mengharapkan Anda berhasil, bukan mencari kesalahan.