jangka sorong merupakan salah satu alat ukur yang banyak digunakan dalam pelajaran fisika untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, hingga kedalaman suatu benda dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan penggaris biasa. Oleh karena itu, memahami cara membaca skala jangka sorong menjadi keterampilan dasar yang penting dikuasai oleh peserta didik.
Agar lebih mudah memahami materi ini, diperlukan latihan soal yang bervariasi, mulai dari membaca skala, menghitung hasil pengukuran, hingga menerapkan konsep jangka sorong dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kumpulan contoh soal berikut, Anda dapat mengasah kemampuan membaca skala utama dan skala nonius sekaligus memahami langkah penyelesaiannya secara sistematis.
Rumus Jangka Sorong
Hasil pengukuran jangka sorong diperoleh dari penjumlahan skala utama dan skala nonius.
Hasil Pengukuran = Skala Utama + (Skala Nonius × Nilai Ketelitian)
Keterangan:
-
Skala Utama = nilai yang terbaca pada skala utama tepat sebelum angka nol skala nonius.
-
Skala Nonius = garis pada skala nonius yang tepat berhimpit dengan garis pada skala utama.
-
Nilai Ketelitian = ketelitian jangka sorong, umumnya 0,01 cm atau 0,1 mm.
Contoh Perhitungan
Diketahui:
-
Skala utama = 3,4 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 7
-
Ketelitian = 0,01 cm
Maka:
Hasil pengukuran
= 3,4 + (7 × 0,01)
= 3,4 + 0,07
= 3,47 cm
Dengan memahami cara membaca skala utama, menentukan garis nonius yang berhimpit, dan menggunakan rumus di atas, peserta didik akan lebih mudah mengerjakan berbagai contoh soal jangka sorong, baik untuk ulangan harian, ujian sekolah, maupun asesmen fisika.
Contoh Soal Nomor 1
Pertanyaan
Pada sebuah pengukuran menggunakan jangka sorong diperoleh data sebagai berikut:
-
Skala utama = 2,3 cm
-
Garis skala nonius yang berhimpit = 6
-
Ketelitian jangka sorong = 0,01 cm
Berapakah hasil pengukurannya?
Pilihan Jawaban
A. 2,30 cm
B. 2,34 cm
C. 2,36 cm
D. 2,40 cm
E. 2,60 cm
Jawaban Benar
C. 2,36 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran = Skala utama + (Skala nonius × Ketelitian)
= 2,3 + (6 × 0,01)
= 2,3 + 0,06
= 2,36 cm
Pilihan jawaban lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 2
Pertanyaan
Sebuah benda diukur menggunakan jangka sorong dengan hasil sebagai berikut.
-
Skala utama = 5,1 cm
-
Skala nonius yang berhimpit = 8
-
Ketelitian = 0,01 cm
Hasil pengukuran benda tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 5,08 cm
B. 5,16 cm
C. 5,18 cm
D. 5,80 cm
E. 5,88 cm
Jawaban Benar
C. 5,18 cm
Pembahasan Lengkap
Hasil pengukuran:
= 5,1 + (8 × 0,01)
= 5,1 + 0,08
= 5,18 cm
Jadi, hasil pengukuran benda tersebut adalah 5,18 cm.
Kompetensi yang Diukur
Menentukan hasil pengukuran jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran berdasarkan data yang diberikan.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 3
Pertanyaan
Sebuah batang logam diukur menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 7,8 cm, sedangkan garis nonius ke-4 berhimpit dengan skala utama. Ketelitian jangka sorong adalah 0,01 cm.
Panjang batang logam tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 7,80 cm
B. 7,82 cm
C. 7,84 cm
D. 7,88 cm
E. 8,20 cm
Jawaban Benar
C. 7,84 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran
= 7,8 + (4 × 0,01)
= 7,8 + 0,04
= 7,84 cm
Pilihan jawaban lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan pembacaan skala.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 4
Pertanyaan
Jangka sorong memiliki ketelitian sebesar ....
Pilihan Jawaban
A. 1 cm
B. 1 mm
C. 0,5 mm
D. 0,1 mm
E. 0,01 mm
Jawaban Benar
D. 0,1 mm
Pembahasan Lengkap
Jangka sorong standar memiliki ketelitian 0,1 mm, yang setara dengan 0,01 cm. Ketelitian ini membuat jangka sorong lebih akurat dibandingkan penggaris biasa dalam mengukur panjang atau diameter suatu benda.
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan ketelitian jangka sorong standar.
Kompetensi yang Diukur
Memahami karakteristik jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menyebutkan ketelitian jangka sorong.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C1 (Mengingat)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
1 menit
Contoh Soal Nomor 5
Pertanyaan
Seorang siswa mengukur diameter luar sebuah pipa menggunakan jangka sorong. Hasil pembacaan menunjukkan:
-
Skala utama = 4,6 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 9
-
Ketelitian = 0,01 cm
Diameter luar pipa tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 4,61 cm
B. 4,69 cm
C. 4,70 cm
D. 4,79 cm
E. 4,90 cm
Jawaban Benar
B. 4,69 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran
= 4,6 + (9 × 0,01)
= 4,6 + 0,09
= 4,69 cm
Jadi, diameter luar pipa yang diukur menggunakan jangka sorong adalah 4,69 cm.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran jangka sorong berdasarkan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 6
Pertanyaan
Sebuah baut diukur menggunakan jangka sorong dengan hasil sebagai berikut.
-
Skala utama = 3,7 cm
-
Garis skala nonius yang berhimpit = 5
-
Ketelitian = 0,01 cm
Hasil pengukuran baut tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 3,70 cm
B. 3,72 cm
C. 3,75 cm
D. 3,78 cm
E. 3,80 cm
Jawaban Benar
C. 3,75 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran = Skala utama + (Skala nonius × Ketelitian)
= 3,7 + (5 × 0,01)
= 3,7 + 0,05
= 3,75 cm
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 7
Pertanyaan
Hasil pembacaan jangka sorong menunjukkan:
-
Skala utama = 6,2 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 3
-
Ketelitian = 0,01 cm
Berapakah hasil pengukurannya?
Pilihan Jawaban
A. 6,20 cm
B. 6,21 cm
C. 6,23 cm
D. 6,30 cm
E. 6,32 cm
Jawaban Benar
C. 6,23 cm
Pembahasan Lengkap
Hasil pengukuran:
= 6,2 + (3 × 0,01)
= 6,2 + 0,03
= 6,23 cm
Jadi, hasil pembacaan jangka sorong adalah 6,23 cm.
Kompetensi yang Diukur
Menentukan hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran dari data skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 8
Pertanyaan
Bagian jangka sorong yang digunakan untuk membaca pecahan hasil pengukuran adalah ....
Pilihan Jawaban
A. Rahang tetap
B. Batang pengukur kedalaman
C. Skala utama
D. Skala nonius
E. Sekrup pengunci
Jawaban Benar
D. Skala nonius
Pembahasan Lengkap
Skala nonius berfungsi membaca nilai pecahan sehingga hasil pengukuran menjadi lebih teliti. Sementara itu, skala utama menunjukkan nilai dasar pengukuran, sedangkan bagian lain memiliki fungsi yang berbeda, seperti mengukur kedalaman atau mengunci posisi rahang.
Kompetensi yang Diukur
Memahami bagian-bagian jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi fungsi setiap bagian jangka sorong.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 9
Pertanyaan
Sebuah benda memiliki hasil pengukuran sebagai berikut.
-
Skala utama = 8,4 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 2
-
Ketelitian = 0,01 cm
Panjang benda tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 8,40 cm
B. 8,41 cm
C. 8,42 cm
D. 8,44 cm
E. 8,46 cm
Jawaban Benar
C. 8,42 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran
= 8,4 + (2 × 0,01)
= 8,4 + 0,02
= 8,42 cm
Pilihan jawaban lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 10
Pertanyaan
Mengapa jangka sorong lebih sering digunakan dibandingkan penggaris ketika mengukur diameter sebuah benda kecil?
Pilihan Jawaban
A. Karena bentuknya lebih panjang.
B. Karena memiliki skala lebih banyak.
C. Karena hasil pengukurannya lebih teliti dibandingkan penggaris.
D. Karena dapat digunakan tanpa membaca skala.
E. Karena hanya dapat mengukur benda berbentuk silinder.
Jawaban Benar
C. Karena hasil pengukurannya lebih teliti dibandingkan penggaris.
Pembahasan Lengkap
Jangka sorong memiliki ketelitian hingga 0,1 mm (0,01 cm) sehingga mampu mengukur diameter luar, diameter dalam, maupun kedalaman suatu benda dengan lebih akurat dibandingkan penggaris. Oleh sebab itu, alat ini banyak digunakan dalam praktikum fisika, teknik, maupun industri.
Pilihan A, B, D, dan E tidak menggambarkan alasan utama penggunaan jangka sorong.
Kompetensi yang Diukur
Memahami fungsi dan keunggulan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menjelaskan alasan penggunaan jangka sorong dalam kegiatan pengukuran.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Sedang
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 11
Pertanyaan
Hasil pengukuran sebuah benda menggunakan jangka sorong menunjukkan:
-
Skala utama = 4,5 cm
-
Garis skala nonius yang berhimpit = 7
-
Ketelitian = 0,01 cm
Berapakah hasil pengukuran benda tersebut?
Pilihan Jawaban
A. 4,52 cm
B. 4,55 cm
C. 4,57 cm
D. 4,60 cm
E. 4,70 cm
Jawaban Benar
C. 4,57 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran = Skala utama + (Skala nonius × Ketelitian)
= 4,5 + (7 × 0,01)
= 4,5 + 0,07
= 4,57 cm
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 12
Pertanyaan
Bagian jangka sorong yang digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam suatu benda, seperti pipa atau cincin, adalah ....
Pilihan Jawaban
A. Rahang luar
B. Rahang dalam
C. Skala utama
D. Batang pengukur kedalaman
E. Sekrup pengunci
Jawaban Benar
B. Rahang dalam
Pembahasan Lengkap
Rahang dalam terletak di bagian atas jangka sorong dan digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam suatu benda. Rahang luar digunakan untuk mengukur diameter luar atau ketebalan benda, sedangkan batang pengukur digunakan untuk mengukur kedalaman.
Kompetensi yang Diukur
Memahami fungsi bagian-bagian jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi fungsi rahang dalam pada jangka sorong.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 13
Pertanyaan
Sebuah silinder diukur menggunakan jangka sorong dengan hasil sebagai berikut.
-
Skala utama = 6,8 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 9
-
Ketelitian = 0,01 cm
Diameter silinder tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 6,81 cm
B. 6,85 cm
C. 6,89 cm
D. 6,90 cm
E. 6,99 cm
Jawaban Benar
C. 6,89 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran
= 6,8 + (9 × 0,01)
= 6,8 + 0,09
= 6,89 cm
Jadi, diameter silinder tersebut adalah 6,89 cm.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan pembacaan skala.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 14
Pertanyaan
Jika hasil pembacaan jangka sorong menunjukkan:
-
Skala utama = 2,9 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 4
-
Ketelitian = 0,01 cm
Maka hasil pengukurannya adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 2,90 cm
B. 2,92 cm
C. 2,94 cm
D. 2,96 cm
E. 2,98 cm
Jawaban Benar
C. 2,94 cm
Pembahasan Lengkap
Hasil pengukuran:
= 2,9 + (4 × 0,01)
= 2,9 + 0,04
= 2,94 cm
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran menggunakan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 15
Pertanyaan
Seorang siswa ingin mengukur kedalaman sebuah tabung menggunakan jangka sorong. Bagian alat yang harus digunakan adalah ....
Pilihan Jawaban
A. Rahang luar
B. Rahang dalam
C. Skala utama
D. Batang pengukur kedalaman
E. Skala nonius
Jawaban Benar
D. Batang pengukur kedalaman
Pembahasan Lengkap
Batang pengukur kedalaman berada di bagian ujung jangka sorong dan digunakan untuk mengukur kedalaman lubang, tabung, atau celah. Rahang luar digunakan untuk mengukur diameter luar, sedangkan rahang dalam digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam.
Kompetensi yang Diukur
Memahami fungsi bagian-bagian jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan bagian jangka sorong yang sesuai dengan jenis pengukuran.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 16
Pertanyaan
Hasil pembacaan jangka sorong menunjukkan data berikut.
-
Skala utama = 5,2 cm
-
Garis skala nonius yang berhimpit = 8
-
Ketelitian = 0,01 cm
Berapakah hasil pengukuran tersebut?
Pilihan Jawaban
A. 5,24 cm
B. 5,26 cm
C. 5,28 cm
D. 5,30 cm
E. 5,80 cm
Jawaban Benar
C. 5,28 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran = Skala utama + (Skala nonius × Ketelitian)
= 5,2 + (8 × 0,01)
= 5,2 + 0,08
= 5,28 cm
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran dari skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 17
Pertanyaan
Sebuah bola kecil diukur menggunakan jangka sorong. Hasil pembacaannya adalah:
-
Skala utama = 3,6 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 5
-
Ketelitian = 0,01 cm
Diameter bola kecil tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 3,62 cm
B. 3,64 cm
C. 3,65 cm
D. 3,68 cm
E. 3,70 cm
Jawaban Benar
C. 3,65 cm
Pembahasan Lengkap
Hasil pengukuran:
= 3,6 + (5 × 0,01)
= 3,6 + 0,05
= 3,65 cm
Jadi, diameter bola kecil tersebut adalah 3,65 cm.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan pembacaan skala.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 18
Pertanyaan
Mengapa skala nonius pada jangka sorong diperlukan dalam proses pengukuran?
Pilihan Jawaban
A. Agar alat ukur menjadi lebih panjang.
B. Untuk menunjukkan satuan sentimeter.
C. Untuk meningkatkan ketelitian hasil pengukuran.
D. Agar benda yang diukur tidak bergeser.
E. Untuk mengunci posisi rahang.
Jawaban Benar
C. Untuk meningkatkan ketelitian hasil pengukuran.
Pembahasan Lengkap
Skala nonius berfungsi membaca bagian pecahan dari hasil pengukuran sehingga ketelitian jangka sorong menjadi lebih tinggi dibandingkan penggaris biasa. Dengan adanya skala nonius, hasil pengukuran dapat dibaca hingga 0,1 mm (0,01 cm).
Pilihan lainnya merupakan fungsi bagian lain atau tidak berkaitan dengan skala nonius.
Kompetensi yang Diukur
Memahami fungsi skala nonius.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menjelaskan manfaat skala nonius pada jangka sorong.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Sedang
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 19
Pertanyaan
Hasil pembacaan jangka sorong menunjukkan:
-
Skala utama = 7,1 cm
-
Garis nonius yang berhimpit = 6
-
Ketelitian = 0,01 cm
Hasil pengukuran yang benar adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 7,12 cm
B. 7,14 cm
C. 7,16 cm
D. 7,18 cm
E. 7,20 cm
Jawaban Benar
C. 7,16 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran
= 7,1 + (6 × 0,01)
= 7,1 + 0,06
= 7,16 cm
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran menggunakan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 20
Pertanyaan
Seorang teknisi ingin mengukur diameter luar sebuah pipa dengan tingkat ketelitian tinggi. Alat yang paling tepat digunakan adalah ....
Pilihan Jawaban
A. Penggaris
B. Meteran gulung
C. Busur derajat
D. Jangka sorong
E. Mikroskop
Jawaban Benar
D. Jangka sorong
Pembahasan Lengkap
Jangka sorong dirancang untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman, serta ketebalan benda dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan penggaris. Oleh karena itu, alat ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengukur diameter luar sebuah pipa.
Pilihan A memiliki ketelitian lebih rendah, sedangkan pilihan B, C, dan E tidak sesuai dengan fungsi pengukuran diameter benda.
Kompetensi yang Diukur
Memahami fungsi dan penggunaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu memilih alat ukur yang tepat sesuai kebutuhan pengukuran.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 25
Pertanyaan
Sebuah benda diukur menggunakan jangka sorong dengan hasil berikut.
-
Skala utama = 8,5 cm
-
Garis skala nonius yang berhimpit = 4
-
Ketelitian = 0,01 cm
Hasil pengukuran benda tersebut adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 8,50 cm
B. 8,52 cm
C. 8,54 cm
D. 8,58 cm
E. 8,60 cm
Jawaban Benar
C. 8,54 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran = Skala utama + (Skala nonius × Ketelitian)
= 8,5 + (4 × 0,01)
= 8,5 + 0,04
= 8,54 cm
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 26
Pertanyaan
Bagian jangka sorong yang berfungsi untuk mengunci posisi rahang agar hasil pengukuran tidak berubah adalah ....
Pilihan Jawaban
A. Skala utama
B. Skala nonius
C. Sekrup pengunci
D. Rahang dalam
E. Batang pengukur kedalaman
Jawaban Benar
C. Sekrup pengunci
Pembahasan Lengkap
Sekrup pengunci digunakan untuk mengunci posisi rahang setelah benda diukur sehingga hasil pembacaan tidak berubah saat jangka sorong dipindahkan.
Pilihan lainnya memiliki fungsi yang berbeda, seperti membaca skala atau mengukur bagian tertentu dari benda.
Kompetensi yang Diukur
Memahami bagian-bagian jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi fungsi setiap bagian jangka sorong.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 27
Pertanyaan
Hasil pembacaan jangka sorong menunjukkan data berikut.
-
Skala utama = 4,8 cm
-
Garis skala nonius yang berhimpit = 6
-
Ketelitian = 0,01 cm
Berapakah hasil pengukurannya?
Pilihan Jawaban
A. 4,82 cm
B. 4,84 cm
C. 4,86 cm
D. 4,88 cm
E. 4,90 cm
Jawaban Benar
C. 4,86 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran
= 4,8 + (6 × 0,01)
= 4,8 + 0,06
= 4,86 cm
Jadi, hasil pembacaan jangka sorong adalah 4,86 cm.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan pembacaan skala.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 28
Pertanyaan
Sebuah cincin akan diukur diameter bagian dalamnya menggunakan jangka sorong. Bagian alat yang digunakan adalah ....
Pilihan Jawaban
A. Rahang luar
B. Rahang dalam
C. Skala utama
D. Batang pengukur kedalaman
E. Sekrup pengunci
Jawaban Benar
B. Rahang dalam
Pembahasan Lengkap
Rahang dalam digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam suatu benda, seperti cincin, pipa, atau lubang. Rahang luar digunakan untuk mengukur diameter luar, sedangkan batang pengukur kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman.
Kompetensi yang Diukur
Memahami fungsi bagian jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan bagian jangka sorong sesuai jenis pengukuran.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 29
Pertanyaan
Hasil pembacaan jangka sorong menunjukkan:
-
Skala utama = 9,2 cm
-
Garis skala nonius yang berhimpit = 7
-
Ketelitian = 0,01 cm
Hasil pengukuran yang benar adalah ....
Pilihan Jawaban
A. 9,24 cm
B. 9,25 cm
C. 9,27 cm
D. 9,29 cm
E. 9,30 cm
Jawaban Benar
C. 9,27 cm
Pembahasan Lengkap
Gunakan rumus:
Hasil pengukuran
= 9,2 + (7 × 0,01)
= 9,2 + 0,07
= 9,27 cm
Pilihan lainnya tidak sesuai dengan hasil perhitungan.
Kompetensi yang Diukur
Menghitung hasil pembacaan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C3 (Menerapkan)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Contoh Soal Nomor 30
Pertanyaan
Mengapa jangka sorong menjadi salah satu alat ukur yang banyak digunakan dalam praktikum fisika dan teknik?
Pilihan Jawaban
A. Karena hanya dapat digunakan untuk mengukur panjang benda.
B. Karena memiliki bentuk yang lebih besar daripada penggaris.
C. Karena mampu mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan ketebalan dengan ketelitian tinggi.
D. Karena tidak memerlukan pembacaan skala saat digunakan.
E. Karena hanya digunakan untuk mengukur benda berbentuk silinder.
Jawaban Benar
C. Karena mampu mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan ketebalan dengan ketelitian tinggi.
Pembahasan Lengkap
Jangka sorong merupakan alat ukur serbaguna yang dapat digunakan untuk mengukur berbagai dimensi benda, seperti diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan ketebalan. Dengan ketelitian hingga 0,1 mm (0,01 cm), alat ini memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat dibandingkan penggaris biasa sehingga banyak dimanfaatkan dalam praktikum fisika, laboratorium, teknik, dan industri.
Pilihan A, B, D, dan E tidak menggambarkan fungsi utama maupun keunggulan jangka sorong.
Kompetensi yang Diukur
Memahami fungsi dan keunggulan jangka sorong.
Indikator Pembelajaran
Peserta didik mampu menjelaskan manfaat penggunaan jangka sorong dalam kegiatan pengukuran.
Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)
C2 (Memahami)
Tingkat Kesulitan
Mudah
Estimasi Waktu Pengerjaan
2 menit
Kesimpulan
Jangka sorong merupakan alat ukur presisi yang banyak digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, ketebalan, hingga kedalaman suatu benda dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan penggaris. Untuk memperoleh hasil pengukuran yang benar, peserta didik perlu memahami cara membaca skala utama, skala nonius, serta mengetahui fungsi setiap bagian pada jangka sorong.
Melalui 30 contoh soal jangka sorong lengkap dengan jawaban dan pembahasannya, diharapkan peserta didik semakin terampil membaca hasil pengukuran dan memahami penerapan alat ukur ini dalam berbagai situasi. Dengan rutin berlatih, kemampuan mengoperasikan dan membaca jangka sorong akan meningkat sehingga lebih siap menghadapi ulangan, ujian sekolah, maupun praktikum fisika.